Tanpa Sosialisasi Sembayat Kembali Diportal

- Editorial Team

Rabu, 4 Januari 2017 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabargresik.com – Jalur Pantura Gresik kembali diportal karena kerusakan jalan semakin parah. Portal jalan ditempatkan di dekat jembatan Sembayat Manyar ini berlaku mulai Rabo (4/1/2017).

Setelah aksi blokade jalan dengan menggulingkan pipa gas PGN di tengah-tengah jalan pantura yang di lakukan warga Manyar kemarin (3/1), Pemkab Gresik bersama dinas terkait melaksanakan rapat terbatas dengan Dinas PU dan Dinas Perhubungan. Alhasil pembangunan portal jalan dan peraturan pembatasan kendaraan bermuatan berat yang melintasi jalan Deandles Manyar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Seperti dikutip dari Suara Surabaya pada (3/1), Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa kendaraan yang lebih dari 10 Ton dilarang melintasi jalan pantura Gresik.

“kendaraan besar agar tidak melintas karena bahaya. Kendaraan yang dari Surabaya dialihkan ke Duduk Sampeyan. Nanti bisa lewat Lamongan,” katanya seusai rapat dengan Kepala Dinas Perhubungan dan PU Kabupaten Gresik.

Baca Juga :  ADD 2012 Ada Internet Desa

 

Tak hanya itu, Sambari juga meminta maav kepada seluruh warga yang terganggu atas kerusakan parah jalan Deandles.

“Mohon maaf semua masyarakat pengguna jalan, mulai Kecamatan Manyar sampai Panceng sudah mengalami kesulitan karena jalannya sangat mengkhawatirkan,” katanya kepada Suara Surabaya.

 

Kendaraan bermuatan berat yang biasanya lalu lalang di Jalan Deandles Gresik terlihat berkurang. Sehingga jalan pantura Gresik terpantau lancar.

 

Ngateman (46) warga Manyar megatakan langkah pemerintah untuk membuat aturan kendaraan bermuatan besar dan pembuatan portal jalan di nilai lamban.

Baca Juga :  Pol PP Lelet Sambari Turunkan Reklame Sendiri

“Kenapa setelah ada aksi blokade jalan, pemerintah baru membuat aturan dan pembangunan portal jalan” imbuhnya kepada Reporter Kabargresik.com Rabu (4/1/2016)

 

Sementara itu sopir Dump truk yang biasanya melintasi jalan pantura mengaku kaget dengan peraturan tersebut karena tidak ada sosialisasi sebelumnya.

“Peraturan pemkab terkesan tergesa-gesa, bahkan kami tidak mengerti kalau ada peraturan terkait kendaraan yang lebih dari 10 ton tidak boleh melintasi jalan Pantura Manyar” ungkapnya.

 

Alhasil sopir harus mengeluarkan dana lebih  untuk operasional truk karena harus putar balik sampai ke Lamongan. “Terpaksa kami mengeluarkan uang lebih untuk beli Bahan Bakar” Tegas pria yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut. (Akmal/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025
Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang
Ketua CFD Gresik Dinonaktifkan karena Dugaan Pungli
DPRD Gresik Desak Usut Pungli UMKM di CFD
UMKM Keluhkan Dugaan Suap Pengelola CFD Gresik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:33 WIB

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:26 WIB

APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:03 WIB

Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:20 WIB

DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025

Minggu, 30 November 2025 - 19:16 WIB

Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB