Tempati Basecamp Baru ForKot Adakan Diskusi Lintas Generasi

- Editorial Team

Senin, 15 November 2021 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan aktivis lintas generasi di Kabupaten Gresik menghadiri acara  “Kenduri & Pertemuan Lintas Generasi” yang diselenggarakan oleh Forum Kota (Forkot) Gresik, acara ini sekaligus tasyakuran kantor baru di perumahan pondok permata suci (PPS) Kecamatan Manyar, Senin (15/11).

Acara dikemas dengan  diskusi membahas berbagai permasalahan sosial maupun lingkungan.

Mereka (Aktivis) yang hadir, adalah perwakilan dari segenap pimpinan berbagai lembaga, mulai dari LSM, Organisasi Buruh, dan sejumlah komunitas lainnya. Hadir juga perwakilan dari perusahaan BUMN di Gresik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengawali sambutan, Penasihan Forum Kota (Forkot) Gresik, Yudi Santoso mengungkapkan bahwa keberadaan Forkot Gresik berbeda dengan Forkot yang ada di Jakarta. Dimana Forkot Gresik lebih fokus mengawal isu-isu daerah khususnya lingkungan.

Baca Juga :  Calon Haji Dipantau Kesehatannya

“Dalam sejarah, Forkot Gresik berdiri pada tahun 2008, saat ini para pendiri dominan para mahasiswa yang mana masing-masing memiliki jiwa sosial kritis. Kemudian secara prinsip gerakan, Forkot Gresik lebih pada mengawal isu-isu daerah, khususnya persoalan lingkungan,” ujar Yudi.

Yudi menilai, Kabupaten Gresik didominasi dengan banyaknya industri yang ada tentu saja sangat berpengaruh, baik pengaruh lingkungan, pengaruh kultur budaya, dan kultur ekonomi masyarakat.

“Untuk itulah Forkot Gresik hadir untuk mengawal segala persoalan yang dinilai merugikan rakyat, dan tetap berada di garis masa bersama rakyat melakukan gerakan melawan segala bentuk penindasan,” tandanya.

Baca Juga :  Gerilya HP Jadul Melawan Zaman

Ketua Forkot Gresik, Haris Sofwanul Faqih mengatakan, Forkot Gresik dibawah kepemimpinannya selama ini telah banyak mengawal persoalan-persoalan besar yang banyak merugikan rakyat, khususnya masyarakat lokal Gresik.

“Kami sejak awal tegas menolak tegas menolak Freeport di Kabupaten Gresik, dan perusahaan properti yang tidak memiliki izin karena sangat merugikan rakyat dan mengikis lahan produktif, kami melawan pejabat birokrasi yang melakukan tindak korupsi,” tegasnya. (Tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin Bungah Jadi Momentum Teladani Ulama
Dispendukcapil Gresik Akan Buka 7 Layanan Adminduk di Festival Nasi Krawu
Tumpeng Raksasa Nasi Krawu Gresik Siap Pecahkan Rekor MURI
Teater KWGe Akan Guncang Festival Tumpeng Nasi Krawu Rekor MURI
Berita ini 38 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:17 WIB

Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin Bungah Jadi Momentum Teladani Ulama

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:53 WIB