Vendor Development Program, Solusi Bagi Industri Hulu Migas

- Editorial Team

Jumat, 8 Oktober 2021 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri hulu migas didorong untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional dan daerah oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)

Pemeningkatkan implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan mensosialisasikan pengembangan kapasitas nasional industri migas untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 menjadi prioritas.

Industri hulu migas masih menjadi sektor vital dalam membantu perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah, bahkan di tengah hantaman pandemi Covid-19. Kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas, tetapi juga pada masyarakat melalui dampak tak langsung atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2020 kontribusi hulu migas ke penerimaan negara mencapai Rp122 triliun atau 144 persen dari target APBN-P 2020. Hingga Agustus 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas malahan sudah mencapai Rp125 triliun atau 125 persen dari target APBN 2021.

Terkait TKDN, pemerintah telah menetapkan tingkat capaian pada hulu migas sebesar 57 persen. Dengan nilai pengadaan hulu migas yang mencapai $6,051 miliar pada tahun ini, maka ada sekitar $3,448 miliar alokasi untuk TKDN yang akan mendukung industri nasional.

Untuk mencapai target TKDN, SKK Migas dan KKKS bersama membuat Vendor Development Program. Hal ini merupakan upaya memberdayakan perusahaan dalam negeri untuk berkembang dan dapat digunakan oleh KKKS.

Baca Juga :  Ini Rahasia Kode TV Samsung Yang Patut Anda Tahu

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyedia barang/jasa yang dibutuhkan hulu migas. Melalui Vendor Development Program, perusahaan-perusahaan lokal bisa mendapatkan pengetahuan dari perusahaan-perusahaan mancanegara untuk dapat memenuhi kebutuhan industri hulu migas sesuai dengan kriteria pemerintah.

Program ini juga bertujuan untuk membina dan meningkatkan potensi perusahaan kecil lokal melalui program kemitraan, pembukaan lapangan kerja dan akses bisnis, serta pengembangan industri penunjang migas yang didalamnya terdapat usaha kecil dan usaha menengah.

Menurut Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Nurwahidi, SKK Migas terus melakukan pemetaan potensi-potensi di daerah agar perusahaan lokal dapat turun andil dalam industri hulu migas dan memberikan efek berganda yang lebih luas. Bahkan untuk nilai pengadaan sampai Rp 10 miliar, diperuntukan untuk perusahaan lokal

“Untuk memetakan hal tersebut, kami berkomunikasi dengan asosiasi-asosiasi di daerah. Kami coba gali potensi apa yang mereka punya dan dapat kita manfaatkan,” tegas Nurwahidi.

Untuk lebih meningkatkan efek berganda pada skala perekonomian nasional melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan dengan tujuan utama menampilkan industri binaan hulu migas, dan peningkatan awareness seluruh KKKS dan perusahaan demi memaksimalkan penggunaan produk barang/jasa dalam negeri, maka dipandang perlu diselenggarakan sebuah forum dengan fokus pada peningkatan kapasitas nasional hulu migas. Untuk itu, SKK Migas dan KKKS akan menggelar Forum Kapasitas Nasional 2021 pada 21-22 October 2021, dengan harapan dapat menjadi bagian dari bentuk dukungan terhadap salah satu pilar utama dalam program IOG Tranformation SKK Migas menuju tercapainya 1 juta barel minyak dengan capaian TKDN yang maksimal.

Baca Juga :  Ada Bukit Jamur, Bungah Jadi Desa Wisata

Sementara itu, PT Federal Solusi Indotama (FSI), mitra Petronas, adalah salah satu dari perusahaan lokal yang telah mendapatkan pengalaman tersebut. Perusahaan supply dan trading yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, ini mengkhususkan diri dalam bidang perdagangan dan perlengkapan industri, seperti pertambangan, pabrik baja, serta menyediakan banyak produk, seperti katup, listrik, isolasi, pipa dan fitting, peralatan hidrolik.

FSI mengawali usahanya dengan membuka sebuah kantor yang kecil dan tiga orang karyawan. Namun sejak mengintegrasikan diri menjadi salah satu vendor di Petronas pada 2012, perusahaan tersebut kian berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari revenue perusahaan pada 2012 yang hanya mencapai Rp600 juta per tahun dan pada 2020 meroket ke angka Rp20 miliar

“Dengan adanya Petronas kami juga mendapatkan pengetahuan lebih dan kami juga mendapatkan referensi untuk kami bisa berkembang di K3S yang lain,” ujar Hendrianto, Business Development FSI.

Malahan, saat ini perusahaan sudah dapat menghandle beberapa blanket order dan dipercaya juga oleh beberapa principle dari luar negeri untuk menjadi distributor maupun short agent. Blanket order adalah komitmen dari customer untuk membeli produk atau layanan dari supplier secara berkelanjutan hingga nilai pesanan tertentu tercapai. Sementara short agent adalah agen yang ditunjuk perusahaan dalam jangka pendek tertentu.

“Ini semua berkat preferensi yang diberikan Petronas dan juga kami belajar banyak dari apa yang telah diberikan oleh Petronas kepada kami,” tambahnya. (Tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

Berita Desa

UPZ Lowayu dan Klinik Annahdlah Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:05 WIB

komunitas

Gresik Bikin Film Latih Komunitas Sineas Garap Cerita Daerah

Senin, 2 Nov 2026 - 01:04 WIB

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB