Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

- Editorial Team

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta kepada kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik. Bantuan tersebut diserahkan melalui kegiatan Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur (Nasi Layur) di Bale Cilik, Rabu (7/10/2026).

Bantuan menyasar kelompok nelayan yang tersebar di lima Bale Kelurahan Lumpur, yakni Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede.

Kelompok nelayan akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas pendukung aktivitas mereka, seperti bale, dermaga, dan sarana lainnya yang digunakan masyarakat pesisir dalam kegiatan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Ari Primantara, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Keberadaan Petrokimia Gresik tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitar perusahaan. Karena itu, kami ingin terus hadir melalui kontribusi yang benar-benar memberikan manfaat, salah satunya dengan mendukung perbaikan fasilitas yang digunakan nelayan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ari.

Baca Juga :  Ambil JHT berjubel Antri Hingga 1 Bulan

Ia berharap revitalisasi fasilitas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung aktivitas kelompok nelayan secara berkelanjutan.

Selain menyalurkan bantuan, Nasi Layur menjadi ruang komunikasi langsung antara Petrokimia Gresik dan kelompok nelayan. Melalui forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan masukan, sedangkan perusahaan dapat berbagi informasi terkait aktivitas di kawasan pesisir.

“Melalui Nasi Layur, kami ingin membangun komunikasi yang semakin dekat dan terbuka. Bukan hanya menyampaikan informasi dari perusahaan, tetapi juga mendengar langsung masukan dan kondisi yang ditemui masyarakat di lapangan,” jelas Ari.

Petrokimia Gresik juga melibatkan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kegiatan tersebut. Tim K3 memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan dan prosedur keselamatan yang perlu dilakukan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Materi mencakup langkah awal saat menghadapi kondisi darurat, pentingnya mengutamakan keselamatan diri, serta jalur komunikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada perusahaan agar segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Merah di Gresik Tembus Rp 98.333, Hampir Samai Daging Sapi

Menurut Ari, edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap keselamatan dan lingkungan, khususnya bagi nelayan yang sehari-hari beraktivitas di kawasan pesisir sekitar perusahaan.

“Keselamatan perlu menjadi kepedulian bersama. Karena itu, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi kondisi tertentu. Dengan komunikasi yang baik, perusahaan dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik berharap kolaborasi dengan masyarakat pesisir terus berkembang. Tidak hanya melalui komunikasi dan edukasi, tetapi juga melalui berbagai program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Kami ingin hubungan yang sudah terjalin baik ini terus tumbuh. Petrokimia Gresik akan terus membuka ruang komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan kontribusi yang dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” pungkas Ari.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:40 WIB

FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas

Rabu, 30 September 2026 - 00:58 WIB

RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?

Berita Terbaru

Muhsin Budiono - Pengamat Energi. 
Kepala Bidang Media & Komunikasi FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu)

BISNIS

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:57 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spemdalas Perkuat Pendampingan Siswa Lewat Konferensi

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:00 WIB

sekolah

Purnabakti ASN SD Benjeng Dilepas Budaya Gatotkaca

Minggu, 4 Okt 2026 - 14:42 WIB