DLH Gresik Gunakan Mesin Mining Landfill Atasi Overload TPA Ngipik

- Editorial Team

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik akan menghadirkan teknologi baru berupa mesin Mining Landfill untuk mengatasi overload sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik. Teknologi ini digunakan untuk mengolah sampah lama yang telah tertimbun lebih dari 10 tahun.

Sebelumnya, TPA Ngipik hanya mengandalkan mesin berbasis Refused Derived Fuel (RDF) yang selama tiga tahun terakhir berfungsi mengolah sampah segar.

Kepala UPT Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ngipik Gresik, Purwaningtyas Noor Mariansyah, menjelaskan Mining Landfill mampu menghasilkan berbagai olahan bernilai guna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mining Landfill nantinya bisa mengolah sampah lama menjadi berupa batu-batuan, cacahan organik sebagai media tanam di taman kota, RDF berupa pelet, RDF berupa briket, dan cacahan anorganik berupa plastik RDF,” jelasnya.

Baca Juga :  100 Warga Korban Bencana Palu Mengungsi Ke Surabaya

Salah satu produk yang dinilai paling bermanfaat adalah cacahan plastik RDF. Hasil olahan ini akan disalurkan ke PT Semen Indonesia sebagai bahan bakar alternatif.

“Penggunaan mesin Mining Landfill nanti yang paling bermanfaat yaitu RDF berbentuk cacahan anorganik (plastik RDF) yang nantinya digunakan untuk bahan bakar alternatif bagi Semen Indonesia. Dan bahan bakar berupa plastik RDF ini sudah memiliki izin dari Kementerian LH mengenai penggunaan Limbah B3 sebagai sumber energi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kurangi Resiko Bencana 1000 Relawan Bencana Siaga

Dengan kapasitas mencapai 25 ton per jam, mesin Mining Landfill diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Ngipik.

“Kapasitas Mining Landfill di TPA Ngipik nantinya sebesar 25 ton sampah per jam. Hitungannya kurang lebih 11 tahun, sampah di TPA Ngipik nantinya bisa berkurang, belum termasuk pemeliharaan,” bebernya.

Purwaningtyas berharap pada Desember mendatang, mesin ini sudah siap dioperasikan untuk tahap uji coba.

“Harapannya di bulan Desember besok, Mining Landfill ini sudah bisa beroperasi untuk uji coba,” pungkasnya.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan
Banjir Luapan Kali Lamong Kembali Rendam Gresik
Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik
100 Siswa MI Dalegan Lomba Cari Kerang di Musim Baratan
Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal
Banjir Menganti Meluas, Ratusan Rumah Terendam
Banjir Menganti Genangi 99 Rumah Usai Hujan Deras
101 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung Melirang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 13:13 WIB

Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan

Senin, 22 Desember 2025 - 01:16 WIB

Banjir Luapan Kali Lamong Kembali Rendam Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 16:23 WIB

Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 13:37 WIB

100 Siswa MI Dalegan Lomba Cari Kerang di Musim Baratan

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:26 WIB

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB