Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, kabargresik.com – Sebuah ironi mewarnai gerakan konservasi pesisir di Kabupaten Gresik. Saat jajaran aparat kepolisian dan pemerintah daerah sibuk melakukan penghijauan, dugaan pembalakan liar hutan mangrove justru marak terjadi di wilayah pesisir lainnya.

​Pemandangan kontras ini terjadi pada Selasa (11/8/2026). Di satu sisi, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama jajaran Forkopimda dan PT Smelting tengah menanam 10.000 bibit mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. Namun di sisi lain, tepatnya di pesisir dan muara Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, ribuan pohon mangrove pelindung pantai diduga tengah dibabat secara liar.

Pejabat di Gresik menanam mangrove di Randuboto Sidayu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan informasi yang dihimpun kabargresik.com di lapangan, aktivitas pembalakan ini dilakukan secara masif. Dalam sehari, diperkirakan ada 4 hingga 5 perahu sarat muatan kayu mangrove hasil tebangan yang keluar dari kawasan muara.

​Setelah dikumpulkan melalui pengepul lokal, kayu-kayu pelindung abrasi tersebut diduga diangkut menggunakan mobil pikap untuk disetorkan ke sejumlah pabrik pupuk di kawasan Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu. Kayu mangrove itu disinyalir dimanfaatkan sebagai bahan bakar proses produksi pabrik.

Baca Juga :  Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Pererat Sinergitas Lewat Sepak Bola

​Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat resah dengan aktivitas perusakan lingkungan tersebut. Ia menyatakan telah melaporkan temuan ini ke berbagai instansi.

​”Sudah dilaporkan ke Polsek Ujungpangkah, layanan Call Center 112, sampai ke kanal pengaduan Lapor Cak Rama. Harapannya segera ditindak dan dihentikan, karena kalau dibiarkan, mangrove di pesisir bisa habis tak tersisa,” ungkap warga tersebut.

Ancaman Ekologi dan Hukum

​Kondisi di Ujungpangkah ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi upaya pelestarian lingkungan di Gresik. Penanaman ribuan bibit di Randuboto membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh menjadi ekosistem yang kuat, sementara pembabatan di Ujungpangkah menghancurkan benteng alami itu hanya dalam hitungan hari.

Baca Juga :  Baru Dipasang, PJU Ujungpangkah Sudah Padam

​Secara ekologis, mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung garis pantai dari ancaman abrasi, habitat biota laut, serta penyimpan karbon. Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi pesisir tidak bisa hanya diukur dari seremonial penanaman, tetapi juga dari ketegasan perlindungan pohon yang sudah ada.

​Aktivitas penebangan liar ini juga jelas berbenturan dengan hukum. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, penebangan atau pemanfaatan kayu di kawasan lindung tanpa izin dapat dijerat dengan sanksi pidana berat.

​Masyarakat kini menunggu langkah konkret dan ketegasan dari aparat penegak hukum. Jangan sampai, di tengah ancaman perubahan iklim, pesisir Gresik hanya sibuk dengan slogan penanaman, namun tutup mata pada aksi pembalakan. Menanam mangrove hari ini adalah investasi, namun menjaga yang sudah ada adalah kewajiban yang harus ditegakkan hari ini juga. (Red)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Ketua DPRD dan Mahasiswa PMII Basah-Basahan: Lumpuhkan Eceng Gondok di Irigasi Gresik
Randuboto Pikat Seoul: Enam Aktivis Korea Selatan Terkesima Sistem Kelola Sampah Gresik
Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga
Gresik Resmikan Landfill Mining, Olah Sampah Jadi RDF
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sampah di SMK Manbaul Ulum
Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:41 WIB

Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD dan Mahasiswa PMII Basah-Basahan: Lumpuhkan Eceng Gondok di Irigasi Gresik

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:53 WIB

Randuboto Pikat Seoul: Enam Aktivis Korea Selatan Terkesima Sistem Kelola Sampah Gresik

Berita Terbaru

Peristiwa

Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:42 WIB