Sidak Mamin Awal Puasa Temukan Produk Kemasan Rusak

- Editorial Team

Selasa, 7 Juni 2016 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

mamin.jpgKabargresik.com Inspeksi mendadak (Sidak) Dinas Kesehatan Gresik dengan beberapa Dinas terkait pada 2 supermarket terbesar di Gresik, Selasa (7/6) hanya menemukan beberapa produk dengan kemasan yang rusak.  

 
Sidak dilakukan pada 2 supermarket terbesar di kota pudak tersebut masing-masing Sarikat Jaya dan Hypermart. Di dua supermarket tersebut, rombongan Dinas Kesehatan yang dipimpin oleh Kadinkes dr. M. Nurul Dholam untuk menemukan makanan dan minuman yang tidak layak jual, misalnya kadaluarsa, tidak sesuai izin edar serta barang rusak karena kemasannya tidak layak.
 
Beberapa temuan di dua supermarket tersebut yaitu, makanan curah yang tidak tercantum tanggal kadaluarsa, kaleng susu yang pesok serta beberapa makanan dalam kemasan karton yang terkoyak. Beberapa temuan lain yakni, adanya minuman serbuk yang hanya berijin kode pangan insdustri rumah tangga (PIRT) tapi mencantumkan khasiat. “Sesuai ketentuan hal ini tidak boleh, seperti produk ini” ujar Nurul Dholam sambil menunjukkan minuman serbuk jahe instan kepada Kabag Humas Suyono.
 
Produk lain yang juga menyalahi yaitu produk yang mencantumkan tulisan ’tanpa bahan pengawet’ tapi tidak mencantumkan kode dan tanggal produksi maupun tanggal kadaluarsa. Barang-barang dimaksud direkomendasikan untuk tidak dijual. “Kami akan kembali melakukan sidak untuk melihat lagi, agar barang barang tersebut tidak dijual kembali” tutur plt Kadinkes tersebut.
 
Pada kesempatan itu, Rombongan Dinkes Gresik juga memeriksa beberapa parsel lebaran yang terpajang di dua supermarket tersebut. Secara acak Nurul Dholam meminta membongkar salah parsel yang terpajang. “Tolong bingkisan yang besar ini dibuka, pak” pinta Nurul Dholam kepada Manajer area Sarikat Jaya Lie Hong Siong. Setelah dibongkar, Dholam memeriksa beberapa produk yang ternyata aman.
  
Dalam keterangannya, Nurul Dholam mengatakan, sidak ini kami lakukan untuk melindungi masyarakat Gresik. “Saat bulan Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri banyak masyarakat yang berbelanja. Agar mereka aman dan membeli produk sesuai yang diinginkan yaitu tidak rusak dan sesuai standar Indonesia baik mutu dan kesehatan, maka kami melakukan pemeriksaan ini. Kami sengaja membawa beberapa Dinas terkait untuk menyatukan standard sesuai parameter yang telah ditetapkan” katanya.
 
Kepada masyarakat Konsumen, Nurul Dholam berpesan kepada masyarakat agar lebih selektif dan teliti saat berbelanja. “Meski di supermarket besar sekalipun agar konsumen teliti terutama melihat tanggal kadaluarsa, kemasan yang bagus tidak pesok dan rusak, serta izin edar baik produk luar negeri (ML) atau produk Dalam negeri (MD) yang selalu diikuti 12 digit angka” jelasnya. (Tik)
Baca Juga :  Tukang Bangunan Di Blitar Dilatih SIG Sebagai Ahli Konstruksi
Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB