Mengelola media organisasi di era digital tidak cukup hanya dengan kemampuan menulis. Pengelola media juga perlu memahami pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan mengantisipasi kejahatan siber. Dua kompetensi tersebut menjadi materi utama Pelatihan Jurnalistik & Cyber yang digelar DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik di Villa Nabila, Pacet, Sabtu–Minggu (17–18/10/2026).
Pelatihan yang dimulai Sabtu pukul 15.00 WIB itu diikuti 25 peserta dari bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) serta Teknologi Informasi dan Aplikasi Telematika (TIAT) DPD LDII Gresik.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, Khusnul Hamidi, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar publikasi organisasi semakin profesional, informatif, dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di era digital, kemampuan jurnalistik dan penguasaan teknologi informasi menjadi kebutuhan penting bagi tim media organisasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu meningkatkan keterampilan menulis, memanfaatkan teknologi AI secara bijak, serta memahami pentingnya menjaga keamanan dan etika dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Menurut Khusnul, tim KIM dan TIAT memiliki peran strategis dalam menyampaikan kegiatan serta kontribusi LDII kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola media perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi yang dipublikasikan akurat, berkualitas, dan mudah dipahami.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Ainun Arif dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik dan A. Sutikhon, jurnalis investigatif dari Komunitas Wartawan Grisse (KWGe).
Ainun Arif membawakan materi tentang antisipasi kejahatan melalui media sosial. Ia mengingatkan peserta agar mewaspadai penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan platform digital.
Ia juga menekankan pentingnya memeriksa kebenaran informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan berhati-hati ketika menerima pesan atau mengeklik tautan dari sumber yang tidak dikenal.
“Pengguna media sosial perlu lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi, tawaran, atau pesan dari pihak yang belum terverifikasi. Lindungi data pribadi dan lakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak menjadi korban kejahatan digital,” ujarnya.
Sementara itu, A. Sutikhon menyampaikan materi tentang teknik menulis dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk menggali ide, menyusun kerangka berita, dan menyunting naskah agar lebih efektif serta mudah dipahami.
Namun, ia mengingatkan bahwa kecepatan teknologi tidak boleh mengorbankan akurasi. AI dapat membantu proses kerja, tetapi penulis tetap bertanggung jawab atas fakta dan informasi yang dipublikasikan.
“Pemanfaatan AI dapat membantu mempercepat proses penulisan dan meningkatkan produktivitas. Namun, AI bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan proses verifikasi. Penulis tetap harus memastikan kebenaran data, memeriksa sumber informasi, serta menjaga akurasi dan etika dalam setiap berita yang dipublikasikan,” ungkapnya.
Kedua materi tersebut saling melengkapi. Keterampilan jurnalistik membantu peserta menyajikan informasi secara jelas, pemanfaatan AI mendukung efisiensi kerja, sedangkan pemahaman keamanan digital membantu mereka lebih waspada dalam mengelola informasi dan akun media sosial.
Melalui pelatihan ini, DPD LDII Gresik berharap kapasitas SDM KIM dan TIAT semakin meningkat. Peserta diharapkan mampu menghasilkan publikasi yang informatif, menarik, akurat, serta bertanggung jawab sekaligus lebih cakap menghadapi tantangan keamanan di ruang digital.










