Girimu.com — Menjadi lulusan sekolah Muhammadiyah tidak hanya cukup dengan kemampuan hafalan Al Quran atau kompetensi akademik, melainkan juga bagaimana menjalin harmoni hubungan dengan sesama Muslim. Bekal inilah yang diberikan SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemuat) kepada 35 siswa lulusan tahun ajaran 2025/2026. Bertempat di Aula Spemupat, Jumat (8/5/2026), salah satu bekal yang diberikan adalah praktik memandikan jenasah.
Pemateri kegiatan ini disampaikan oleh Tim Kifayah Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas, Gresik. Elyna Lutfiana, selaku pemateri, menyampaikan dengan sangat jelas tentang aturan untuk merawat jenazah sesuai syariat Islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika jenazah perempuan, maka yang boleh memandikan adalah perempuan dan suami di perbolehkan, Selain itu tidak boleh. Begitu juga jika jenasah laki-laki, yang memandikan adalah laki-laki dan istri diperbolehkan,” terangnya.
Dalam praktik itu, lembar demi lembar kain kafan ditata sesuai urutan menjadikan anak-anak antusias memperhatikan dan mempraktikan, tanpa rasa takut. Ditemani Hidayah dari Tim Kifayah, para siswa mulai praktik memandikan jenazah dengan memakai media peraga boneka.Tim membolak-balik posisi “jenazah” sambil memberikan penjelasan dengan gamplang.
Faridatul Asriah, Waka Ismuba Spemupat, mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat penting bagi siswa agar lulusan siap terjun langsung di masyarakat, terutama saat ada yang meninggal.
Di tengah pelaksanaan praktik ada salah satu siswa yang nyeletik: “Bu, kalo kukunya panjang boleh dipotong tidak?” tanya Nisa.
“Tidak boleh, cukup di bersihkan saja,” ungkap Bu Lut, panggilan akrab, Elyana, dengan bahasa yang halus. (*)
Post Views: 1,521












