Gresik Health Expo: Dokter Spesialis Masih Kurang

- Editorial Team

Sabtu, 26 November 2022 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, minimnya dokter spesialis khususnya untuk kepulauan Bawean masih kurang diminati. Maka pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran untuk Beasiswa bagi dokter umum yang melanjutkan ke jenjang spesialis gratis sampai lulus spesialisnya dengan catatan mau ditempatkan di Bawean.

“Progres dan anggaran sudah siap 2023 kita launching dengan tujuan pemerataan kesehatan di kepulauan Bawean yang sampai saat ini membutuhkan dokter spesialis,” tegas Gus Yani.

Menurut Bupati, kurangnya dokter spesialis tidak hanya di kepulauan Bawean, bahkan secara nasional beberapa Kabupaten lain di Indonesia mengalami kondisi yang sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus selangkah lebih cepat, mudah mudahan program ini tidak hanya berjalan di tahun 2023 saja namun berkelanjutan. Sustainablenya ada 2024 kita lihat apa kekuranganya kita siapkan baik segi anggaran maupun Perbupnya, “ungkapnya.

Baca Juga :  Pondok Romadhon MIM 5 Cangaan Dari Bagi Takjil Hingga Nginap Di Sekolah

Pameran ini diikuti oleh rumah sakit pemerintah dan swasta di Kabupaten Gresik, melayani konsultasi layanan tumbuh kembang anak, pemeriksaan dokter spesialis mata, konsultasi ahli gizi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam dan pemeriksaan gula darah acak, konsultasi dan pemeriksaan gigi serta konsultasi dokter spesialis urologi.

Hal ini disampaikan Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik, saat membuka Gresik Health Expo yang digelar IDI Cabang Gresik mulai 26 hingga 27 November 2022 di atrium Iconmall, Sabtu (26/11/2022).

“Kami berharap kepada IDI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, agar terus berupaya. Meningkatkan pemerataan terhadap pelayananan kesehatan di Kabupaten Gresik,” ungkap bupati milenial tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Gresik Luncurkan Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Selain itu, sinergitas dan kolaborasi dibutuhkan, dimana UHC terus dilakukan maka kami berharap saran dan masukan apa yang menjadi kekurangan dan kesalahan terkait UHC. Ini bisa di koordinasikan melalui Dinas Kesehatan ataupun langsung kepada dirinya selaku kepala daerah.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini membawa perubahan serta manfaat bagi daerah kita ini, dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat khususnya masyarakat Kabupaten Gresik,” tutup Bupati Yani.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua IDI Cabang Gresik dr. Umar Nur Rahman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Gresik Iin Umar, Direktur RS Ibnu Sina dr. Soni serta jajaran IDI Cabang Gresik. (Tik).

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri
Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik
18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025
DLH Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
Seluruh Sampel Ibu Hamil di Gresik Terkontaminasi Mikroplastik
Ancaman TBC Gresik: 2.740 Kasus Baru, Mayoritas Usia 30+
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:14 WIB

KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri

Senin, 15 Desember 2025 - 16:23 WIB

Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 15:17 WIB

18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025

Senin, 8 Desember 2025 - 16:57 WIB

DLH Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas

Senin, 12 Jan 2026 - 18:00 WIB