Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik mencatat dua kasus mahasiswa yang menunjukkan kecenderungan ingin melakukan bunuh diri akibat faktor kecemasan. Temuan ini tercatat melalui layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) KBPPPA sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa kecenderungan tersebut dipicu oleh gangguan kecemasan, mulai dari kecemasan sosial hingga indikasi menyakiti diri sendiri.
“Ada yang mengalami kecemasan sosial, takut berinteraksi dengan orang, dan ada juga kecemasan dengan indikasi ingin menyakiti dirinya sendiri,” ujar Titik.
Berdasarkan penelusuran petugas, tidak ditemukan adanya faktor kekerasan fisik pada kedua kasus tersebut. Menurut Titik, dorongan untuk mengakhiri hidup justru muncul dari tekanan persoalan hidup yang dirasakan sangat berat oleh mahasiswa bersangkutan.
Kedua mahasiswa itu melakukan konsultasi melalui layanan tatap muka digital Puspaga KBPPPA Gresik. Dalam proses pendampingan, petugas menemukan bahwa kebutuhan utama mereka adalah ruang aman untuk didengarkan.
“Mereka hanya berkeinginan untuk didengarkan. Mereka juga mengungkapkan kecenderungan ingin bunuh diri karena mengalami stres, pikiran kalut, dan sebagainya,” jelasnya.
Titik menambahkan, secara kognitif para mahasiswa tersebut memahami pentingnya berdoa dan berpikir positif saat menghadapi stres. Namun, kondisi emosional yang tidak stabil membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
Sebagai langkah penanganan, Puspaga KBPPPA Gresik memberikan pendampingan khusus, termasuk hipnoterapi dan penguatan masukan positif. “Kemampuan penanganan seperti itu memang dimiliki oleh Puspaga,” kata Titik.
Ia menduga, kecemasan yang dialami berkaitan erat dengan pengalaman masa kecil atau inner child. Pola pengasuhan orang tua yang penuh tekanan, meski tidak disadari, dapat memengaruhi kondisi psikologis anak hingga dewasa.
“Ada tekanan-tekanan yang tanpa disadari oleh orang tuanya. Ketika anak bersosialisasi di luar, hal itu kemudian menimbulkan kecemasan di dalam dirinya,” pungkasnya.
Editor : Akhmad Sutikhon












