Mentri PU : Ganti Rugi Lahan BGS Harus Dituntaskan

#

kabargresik_ Megaproyek Bendung Gerak Sembayat (BGS) senilai Rp 1,2 Trilyun di Desa Sidomukti Kecamatan Bungah sudah mulai tahap konstruksi. Kendati demikian, persoalan penyelesaian ganti rugi lahan belum beres.

Menteri PU Djoko Kirmanto menginstruksikan agar segera dituntaskan. Sebab, BGS diproyeksikan sebagai solusi mengatasi banjir Bengawan Solo. Selain itu, Kementrian PU mematok targetdapat dioperasikan pada 2016 mendatang.
“Saya berharap agar Pemkab benar-benar bisa membantu proses penuntasan lahan,”ujar  Djoko Kirmanto disela-sela meninjau BGS, Selasa (19/2).
Ditambahkannya, keberadaan BGS cukup vital. Karena mampu menampung sekitar 7 juta meter kubik air dari aliran Bengawan Solo. Dengan demikian, banjir tahunan akibat luapan Bengawan Solo dapat diminimalisir. Selain itu, diharapkan bisa bisa menjadi sumber irigasi baru di kawasan pantura.
”Keberadaan BGS setidaknya bisa menyediakan tambahan irigasi bagi 600 hektar lahan. Makanya, kami berharap proyek ini benar-benar bisa selesai sesuai jadwal,” imbuhnya.
Kendala dalam pembebasan BGS yakni kekurangan anggaran untuk pembebasan seluruh lahan BGS. Estimasi dari Pemkab Gresik kekurangan dana untuk menutup pembebasan lahan sekitar Rp 16 milyar.
”Kami masih butuh dana sekitar Rp. 16 milyar. Kami berharap ada solusi,” kataWabup Moh Qosim yang ikut mendampingi rombongan kementerian PU.
Dari total 6.700 hektar lahan yang dibutuhkan untuk BGS, baru bisa direalisaskian ekitar 75 persen. Ada beberapa lahan yang hingga kini penuntasannya belum beres. Seperti lahan untuk area tapak bendung, dari total kebutuhan 20,49 hektar, tetapi baru 24,7 atau baru 82 persen. Untuk area desa Sidomukti, Pemkab belum bisa menyelesaikan pembebasan 20,72 hektar lahan dari total kebutuhan 54,93 hektar (37 persen).
Proyek BGS digarap melalui sistem KSO oleh tiga kontraktor yakni Brantas Adikarya, Waskita Karya, serta Wijaya Karya. (faf)

About Editor02

Check Also

Ini Alasan DPUTR Tidak Bayar Air Giri Tirta Selama 6 Bulan

Gudang  Unit Reaksi Cepat (URC) Bima DPUTR Gresik, di Jalan Dr. Wahidin Kebomas tak dialiri air dari Perumda Giri Tirta, pasalnya menunggak tagihan air selama 6 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.