Muhammadiyah Perkuat Ketahanan Desa di NTB Melalui Program Karang Tangguh

- Editorial Team

Sabtu, 9 November 2024 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGMU.COM, Mataram – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, melalui program Siap Siaga, mengimplementasikan program “Karang Tangguh” di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah, Provinsi NTB. Siap Siaga merupakan program kemitraan antara Australia dan Indonesia yang bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik.

Sebagai bagian dari upaya kolaborasi dan partisipasi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana di tingkat desa, program Karang Tangguh menyelenggarakan kegiatan “Learning Event: Diseminasi Praktik Baik dan Rekomendasi Keberlanjutan Program Karang Tangguh di Provinsi NTB.” Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari program Karang Tangguh, yang telah berkolaborasi dengan Siap Siaga sejak Oktober 2023 hingga November 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini telah menghasilkan beragam produk pengetahuan, seperti Panduan Karang Tangguh, Buku Saku Perencanaan dan Penganggaran APB Desa Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, Komik Pengurangan Risiko Bencana, dan Panduan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat.

Program Manager Karang Tangguh, Priyo Atmo Sancoyo, menyatakan, “Melalui kegiatan praktik baik ini, kami berharap masyarakat NTB semakin siap menghadapi potensi bencana. Masyarakat yang tangguh adalah kunci dalam upaya kita meminimalkan dampak bencana. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan masyarakat NTB yang antusias mengikuti setiap kegiatan.”

Baca Juga :  SD Al Islam Cerme Siap Berlaga di Lomba Virtual Drum Band

Beberapa praktik baik yang telah dilaksanakan dalam program Karang Tangguh meliputi pelatihan identifikasi risiko bencana, simulasi bencana, pemberdayaan sumber daya lokal, pembentukan tim/relawan siaga bencana, serta diseminasi edukasi melalui media lokal dan nasional.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan berharap kegiatan ini dapat menjadi model percontohan yang dapat diadopsi oleh wilayah-wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia. “Program ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat yang berkomitmen melindungi diri dan sesama,” ujarnya.

Indrayanto menampilkan video simulasi bencana gempa bumi yang dilaksanakan di desa wisata Sade. Ia menambahkan, “Destana adalah gerakan yang akan terus berkembang dan menjadi payung bagi masyarakat untuk semakin tangguh dalam menghadapi bencana.”

Alicia Ruth Suciati, selaku Head of KPL Siap Siaga, menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian indikator Destana, tetapi juga pada inklusivitas proses dan hasil. “Proses bertukar pikiran dalam kegiatan ini diharapkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi untuk pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Belajar Sejarah Langsung, Siswa Spemupat Kunjungi Museum Sunan Giri

DFAT dan Siap Siaga berkomitmen melaksanakan program PRB. Simon Flores, Konselor DFAT, menegaskan bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah kesempatan belajar. “Melalui program Karang Tangguh, kita membangun sistem sekaligus menguatkan komunikasi sosial di masyarakat untuk kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Ahmadi, selaku Kalak BPBD NTB, menyampaikan terima kasih kepada Siap Siaga, MDMC, dan BNPB yang telah membantu NTB meningkatkan ketangguhan bencana di tingkat desa. Ia berharap keberadaan Destana tidak hanya menjadi formalitas, tetapi dapat berkembang menjadi desa yang mandiri dalam penanggulangan bencana, dengan adanya peningkatan status Destana setiap tahun.

Pangarso Suryotomo, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah NTB dan seluruh OPD hingga pemerintah desa yang telah berperan aktif. Menurutnya, gerakan ketangguhan masyarakat di NTB menjadi inspirasi bagi BNPB dalam menyusun PERKA terkait kesiapsiagaan masyarakat.***



sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera
Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam
Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk
Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam
Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri
Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia
SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda
Orang Tua Siswi Asal Bojonegoro Sebut SMAMIO GKB Layak Jadi Inspirasi Sekolah di Indonesia
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:15 WIB

MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:12 WIB

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera

Kamis, 18 Jun 2026 - 10:15 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Kamis, 18 Jun 2026 - 01:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:13 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:12 WIB

komunitas

Dapur Saji, Cara Baru Membaca Gresik dari Ingatan Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:09 WIB