Pahami Sayatan saat Melahirkan

- Editorial Team

Kamis, 21 April 2016 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Foto: istimewa
Foto: istimewa

kabargresik_ Pada peringatan hari kartini siang ini kami ingin berbagi informasi yang kepada kaum ibu bagaimana cara mengurangi risiko tindakan episiotomi saat melahirkan normal.

Selama proses persalinan, masalah sobekan pada vagina memang hal yang wajar terjadi. Namun, apakah sobekan itu terjadi secara normal, atau karena di gunting oleh dokter? Sayaatan karena digunting oleh dokter disebut sebagai episiotomi.

Apakah episiotomi  itu?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Episiotomi adalah prosedur medis yang dilakukan saat melahirkan dengan cara menggunting daerah antara vagina dengan anus (perineum).

Tujuan tindakan ini adalah:

Membuat jalan lahir terbuka lebih luas, agar mempermudah bayi keluar Mencegah robekan spontan yang luas dan tidak beraturan pada perineum. Mencegah trauma pada kepala bayi akibat sempitnya jalan lahir

Mengapa tindakan itu terdengar menakutkan?

Membayangkan tubuh kita disayat dengan gunting, huii.. meriding jadinya.

Kita juga sering mendengar cerita tentang robekan yang meluas hingga ke anus karena dokter tidak melakukan episiotomi dengan benar.

Baca Juga :  Autophagy Dalam Bentuk Puasa

Khawatir dengan rasa sakit setelah melahirkan akibat sayatan tersebut

dikutip dari theasianparent, beberapa hal yang menyebabkan dokter melakukan episiotomi adalah:

Saat bahu bayi tersangkut, karena khawatir bahu akan tetap tersangkut jika tidak dilakukan episiotomi.

Persalinan yang dilakukan dengan vakum atau forsep sering memerlukan tindakan tersebut.

Janin yang belum bisa keluar mengalami stres sehingga dokter memutuskan untuk mempercepat persalinan.

Dikhawatirkan daerah perineum mengalami luka yang lebih luas jika tidak dilakukan sayatan, misalnya karena otot-otot perineum sangat kaku.

Ukuran bayi besar sehingga tidak bisa beradaptasi dengan regangan jalan lahir.

Kondisi-kondisi di atas menyebabkan episiotomi bila caesar tidak dapat dilakukan, misalnya karena bayi sudah turun ke jalan lahir.

 

Apa akibatnya?

Setelah episiotomi, ibu akan mengalami pendarahan lebih banyak dan proses penyembuhan pun lebih lama. Risiko terkena komplikasi pun lebih besar.

Baca Juga :  Dana Desa Bisa Untuk Beli Oxymeter

 

Bagaimana menghindarinya?

Agar tidak mengalami episiotomi saat persalinan, lakukan beberapa pencegahan seperti:

Pilih cara persalinan sealami mungkin dan konsultasikan dengan dokter tentang keberatan Anda tentang episiotomi.

Melakukan pijatan perineum beberapa minggu terakhir menjelang persalinan

Makan makanan yang bergizi selama kehamilan

Melakukan latihan kegel agar otot-otot jalan lahir lebih elastis

Menggunakan kompres hangat untuk merilekskan perineum

Melakukan proses persalinan yang benar dan sesuai dengan tingkatan pembukaan vagina

Sebaiknya menunggu refleks menekan secara alami dan hindari mengejan yang terlalu dipaksakan

Bekerja sama dengan perawat atau bidan karena mereka dapat memberikan peringatan pernafasan pendek agar ibu mengejan di saat yang tepat.

Proses penyembuhan luka episiotomi sebenarnya tidak begitu lama, hanya berlangsung antara 1 – 2 minggu, namun untuk benar-benar sembuh sempurna dibutuhkan waktu yang lebih lama yaitu antara 3 – 6 bulan.

Semoga artikel ini bisa menjadi kado dihari kartini. (k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman TBC Gresik: 2.740 Kasus Baru, Mayoritas Usia 30+
Dinkes Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil
Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik di Gresik, Dokter : Berpotensi Sebabkan Stuntin
Unair Latih Kesiapsiagaan Darurat di Wagos
Mikroplastik Ditemukan di Urin dan Air Ketuban Ibu Hamil Di Gresik
Cegah Tetanus, DLH Gresik Gelar Cek Kesehatan di TPA Ngipik
Pengobatan Gratis Mambaus Sholihin Sasar 700 Warga
Usai Makan Roti Canai, Perempuan Asal Lamongan Muntah dan Meninggal di Puskesmas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 22:28 WIB

Ancaman TBC Gresik: 2.740 Kasus Baru, Mayoritas Usia 30+

Senin, 24 November 2025 - 15:14 WIB

Dinkes Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil

Senin, 3 November 2025 - 22:54 WIB

Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik di Gresik, Dokter : Berpotensi Sebabkan Stuntin

Minggu, 2 November 2025 - 21:50 WIB

Unair Latih Kesiapsiagaan Darurat di Wagos

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:35 WIB

Mikroplastik Ditemukan di Urin dan Air Ketuban Ibu Hamil Di Gresik

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Paduan Suara ‘Nada Spemutu’ Sukses Memukau pada Upacara Hari Guru

Sabtu, 29 Nov 2025 - 00:49 WIB

Muhammadiyah Gresik

Di Hari Guru, Siswa Kelas VI SD Almadany Bikin Kejutan untuk Gurunya

Jumat, 28 Nov 2025 - 15:47 WIB

Peristiwa

Tragedi Galian C Bungah: Pelajar 10 Tahun Tewas Tenggelam

Jumat, 28 Nov 2025 - 15:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Yakin Horor? Film Pendek Siswa SDMM Siap Bertarung di Ajang ME Confest

Jumat, 28 Nov 2025 - 06:46 WIB