Pengen Tahu Guru Cabul Mulai Disidang, Ini Ekspresinya

- Editorial Team

Kamis, 2 Februari 2017 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabargresik.com – Guru Bejat tukang cabuli siswinya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Terdakwa Samsul Huda Spdi yang merupakan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tajul Huda Desa Sembung Kecamatan Wringin Anom diseret oleh JPU Angga Saputra ke meja hijau akibat tindak pidana persetubuhan dan pencabulan pada 7 siswinya yang masih dibawah umur.

Dalam sidang perdana yang mengagendakan dakwaan, terdakwa didakwa pasal berlapis yakni pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI N0.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dakwaan diuraikan bahwa, pada tanggal 11 Agustus 2013 sampai pada hari Senin 16 Juni 2014 bertempat dirumah terdakwa Desa Sembung Kecamatan wringin Anom dan di ruang kelas MI Tajul Huda, terdakwa dengan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga pendidik.

Baca Juga :  Tak Dibekali SK, Hasil PPDP Bisa Diragukan Keabsahannya

Waktu itu, anak korban sebut saja Melati yang masih berumur 11 tahun bersama saksi Devi disuruh terdakwa yang  juga menjabat Kepala Sekolah MI Tajul Huda datang ke rumahnya untuk belanja sayuran. Saksi Devi yang disuruh belanja sedangkan anak korban Melati di rumah terdakwa. “anak korban lalu ditidurkan di lantai beralas karpet, celana dalam anak korban lalu dilepas dan terdakwa memasukkan penisnya ke dalam vagina anak korban hingga berulang-ulang hingga keluar sperma dari penis terdakwa. Waktu itu anak korban berontak namun tidak berdaya dengan dekapan dari sang guru bejat,” tegas Angga saat membacakan dakwaan.

Baca Juga :  Rumah ES Tersangka Korupsi TIK Digeledah Penyidik

Masih ditambahkan, perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang oleh terdakwa hingga 20 kali. Dan hasil perkembangan bukan hanya anak korban melati yang menjadi korban kebidaban sang guru, ada 6 siswi lainnya yang juga mendapat perlakukan tidak senonoh dari terdakwa.

Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Heriyanti akhirnya ditunda minggu depan dengan agenda ekspesi dari kuasa hukum terdakwa dari LBH Al Banna. (kim/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler
GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung
Berita ini 31 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:58 WIB

Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik

Berita Terbaru

komunitas

Gresik Bikin Film Latih Komunitas Sineas Garap Cerita Daerah

Senin, 2 Nov 2026 - 01:04 WIB

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB