Perkuat Pengembangan Wisata Desa Dewan Siapkan Regulasi

- Editorial Team

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Syahrul Munir : Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik

M. Syahrul Munir : Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik

Maraknya pengembangan wisata yang dilakukan oleh desa untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan menjadikan DPRD Kabupaten Gresik berencana mengusulkan regulasi yang mengaturnya. Ini dilakukan karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik belum memiliki “cantolan” untuk mengucurkan APBD untuk membantu Pemerintah Desa (Pemdes) mengembangkan potensi wisata yang ada di desa-desa.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, Jumat (9/10/2020).

Seperti diketahui, wisata desa di Gresik seperti Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk Kec. Ujung Pangkah yang memanfaatkan lahan bekas tambang dan pembuangan sampah itu mampu menjadi “Desa Miliader” karena penghasilan dari wisata ini mencapai miliaran rupiah dalam setahun. Tingkat kesejahteraan masyarakat setempat pun meningkat setelah ada wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut. Begitu juga dengan wisata pantai di Desa Dalegan Kec. Panceng.

“Kami ingin menumbuhkan desa-desa mandiri lain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Gresik melalui pengembangan wisata desa,” tandas Syahrul.

Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk merealisasikan regulasi ini, selain itu melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah sebagai referensi.

Baca Juga :  Rapat usulan UMSK Gresik tahun 2017 buntu

“Wisata desa ini mampu menjadikan desa semakin mandiri, dampaknya perekonomian masyarakat pun terdongkrak,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mewacanakan jika sejumlah wisata desa terbangun dengan baik, akan ditata terkait paket wisata di Gresik, sehingga dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wisata Setigi menjadi satu-satunya sektor wisata yang tumbuh di tengah wabah Covid-19. Ini bukti jika wisata desa mampu menciptakan desa yang tangguh dengan kemandirian ekonomi.

“Melalui alokasi dana pada APBD, kami yakin akan banyak wisata desa di Gresik yang akan bermunculan,” tutupnya. (adv/tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Berita Terbaru

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB