Ruet, Rekrutmen Perangkat Desa Ditangguhkan

- Editorial Team

Rabu, 10 Januari 2018 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


kabargresik.com– Rekrutmen perangkat desa di Kabupaten Gresik akhirnya di tangguhkan, hal ini akibat karut marutnya perekrutan perangkat desa di beberapa kecamatan.

Akhirnya Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik dan para wakil rakyat setempat sepakat menghentikan prosesnya. Semua kegiatan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) yang sudah terbentuk untuk sementara dipending.

Kesepakatan itu diambil setelah pihak AKD yang diketuai Nurul Yatim bertemu dengan anggota Komisi 1 DPRD Gresik dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tursilowanto Harijogi. Dalam rapat dengar pendapat ini anggota komisi 1 yang diketuai Suparno Diantoro merekomendasikan agar proses rekrutmen perangkat desa yang kini banyak disorot masyarakat dipending untuk sementara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil sidak (inspeksi mendadak) yang kami lakukan di beberapa desa di Kecamatan Kedamean, Cerme dan Benjeng, memang kami temukan banyak kejanggalan dalam proses pelaksanaan tes tertulis bagi calon perangkat desa yang diselenggarakan panitia penjaringan perangkat desa (P3D),” ungkap Abdul Qodir, anggota komisi 1.

Baca Juga :  Ini Alasan Pasang Cover U-ditch Lebih Tinggi Dari Jalan Pangkah Kulon

Menurut Qodir, dari hasil temuan komisinya di lapangan dapat disimpulkan bahwa di masing-masing kepanitiaan perekrutan perangkat desa belum adanya persamaan persepsi dalam menafsirkan Peraturan Bupati (perbup) Nomor 19/2017 yang mengatur tentang pedoman penjaringan dan penyaringan perangkat desa. 
“Jadi masing-masing desa punya tafsir sendiri-sendiri sehingga terkesan semaunya. Makanya kami minta dipending dulu untuk memberi kesempatan kepada pihak dinas PMD melakukan sosialisasi ulang mengenai perbup guna menyamakan persepsi. Bila perlu nanti dikeluarkan SE (surat edaran) bupati mengenai hal-hal yang perlu diperjelas agar tidak timbul lagi multi tafsir,” tambah Qodir.
Menyikapi rekomendasi dewan, Kadis PMD Tursilowanto Harijogi mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa sertamerta berani menghentikan proses penjaringan perangkat desa yang sudah berjalan. “Karena proses penjaringan dan pengangkatan perangkat desa adalah sepenuhnya kewenangan kepala desa. Itu dijamin oleh undang-undang,” katanya.
Meskipun demikian, lanjutnya, sebagai pejabat pembinaan dan pengawasan desa dia akan melakukan upaya maksimal untuk menyamakan persepsi mengenai aturan main pengangkatan perangkat desa sesuai rekomendasi para wakil rakyat.
Mengenai isu permainan uang dibalik proses rekrutmen perangkat desa ini, Tursilo mengaku tidak tahu menahu. 

Baca Juga :  Rangkaian HUT Pemkab Gresik Ke 46 Wabup Ziarah Ke Makam Sunan Giri

“Jangankan soal uang, proses pelaksanaan penjaringan dan penyaringan perangkat desa saja tidak tahu kapan dilaksanakan. Bila ada bukti saya menerima sepeser saja, saya siap dipecat. Juga bila ada bukti ada anak buah saya yang terima uang, pasti akan saya pecat,” tegasnya membantah.
Terkait laporan tiga warga Desa Banter, Kecamatan Benjeng yang sudah melaporkan dugaan kecurangan penjaringan perangkat desa ke Polres Gresik, menurut Tursilo itu adalah hak setiap warga negara. “Kalau merasa ada unsur pidananya monggo saja dilaporkan,” ujarnya.
Seperti sudah diberitakan, ada tiga warga Desa Banter melapor ke polisi dan kejaksaan negeri setempat terkait dugaan kecurangan P3D Banter terhadap mereka sebagai peserta ujian tes tertulis penjaringan dan penyaringan perangkat desa. Mereka menduga peserta yang sudah dinyatakan lolos ujian diduga menyetor sejumlah uang berkisar Rp25 – Rp200 juta kepada P3D.  (Tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah
Pejabat Eselon 2 Gresik Terkaya, Hartanya Capai Rp20 Miliar
APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam
Gresik Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026, Masuk 6 Besar Nasional
Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS
Dump Truk Galian C Masih Melintas di Gresik
Bupati Yani Ajak ASN Gresik Bayar ZIS di Ramadan
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:04 WIB

Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah

Senin, 1 Juni 2026 - 12:03 WIB

Pejabat Eselon 2 Gresik Terkaya, Hartanya Capai Rp20 Miliar

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:19 WIB

APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam

Senin, 27 April 2026 - 16:38 WIB

Gresik Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026, Masuk 6 Besar Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Prestasi Siswa SD Almadany 2026 Diumumkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:56 WIB

Muhammadiyah Gresik

Pengisi Acara Tampil Memukai dalam Pelepasan Siswa SD Almadany

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:55 WIB

Muhammadiyah Gresik

Video Kaleidoskop dan Kenangan Al Fatih Tutup Special Moment #12 dengan Haru

Rabu, 10 Jun 2026 - 12:54 WIB

Muhammadiyah Gresik

Harapan di Ujung Keraguan – Girimu

Rabu, 10 Jun 2026 - 03:53 WIB

Muhammadiyah Gresik

Farikha Ingatkan Siswa Berlian Primary School Jaga Adab dan Tilawah

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:52 WIB