SIG Raih Kinerja Positif di Semester I Tahun 2023

- Editorial Team

Selasa, 1 Agustus 2023 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah melaporkan kinerja keuangan pada periode Januari hingga Juni (semester I) tahun 2023 dengan hasil yang positif. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan ringkasan kinerja tersebut sebagai berikut:

  • Pendapatan mencapai Rp17,03 triliun.
  • Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp12,61 triliun.
  • EBITDA mencapai Rp3,5 triliun.
  • Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp866 miliar.

Menurut Vita Mahreyni, pendapatan SIG mengalami peningkatan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp17,03 triliun dari sebelumnya Rp16,70 triliun. Meskipun pasar domestik mengalami kontraksi sebesar 5%, SIG berhasil mempertahankan pertumbuhan volume penjualan total sebesar 0,1% berkat peningkatan penjualan ekspor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SIG juga berhasil menurunkan beban operasional sebesar 9,5% menjadi Rp2,54 triliun dari sebelumnya Rp2,81 triliun pada periode tahun lalu. Beban keuangan bersih juga berhasil turun sebesar 15,3% menjadi Rp590 miliar dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp697 miliar. Dengan pencapaian kinerja yang positif ini, SIG berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp866 miliar, naik 3,1% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp840 miliar.

Baca Juga :  Disidak Gus Yani Migor Di Pasar Tradisional Masih Langka

“Peningkatan laba bersih yang didorong oleh pengelolaan kenaikan biaya, optimalisasi utilisasi, serta efisiensi operasional dan beban keuangan, merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan,” ujar Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni juga menyampaikan bahwa meskipun terdampak kenaikan harga bahan bakar pada kuartal IV 2022, namun melalui peningkatan operational excellence, SIG berhasil meminimalkan dampak kenaikan biaya. SIG mencapai peningkatan operational excellence melalui beberapa inisiatif, seperti efisiensi indeks konsumsi batu bara, penurunan specific thermal energy consumption (STEC), peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif, disiplin dalam pengelolaan biaya operasi, dan efisiensi biaya keuangan melalui program deleveraging.

Selain mencatatkan kinerja keuangan yang positif, SIG juga berhasil mencapai target-target keberlanjutan untuk memastikan operasional yang ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Hingga akhir semester I/2023, substitusi energi panas (TSR) mencapai 7,5% dari baseline 2019. Emisi karbon juga berhasil turun sebesar 16,94% menjadi 588 kg CO2/ton semen ekuivalen dari baseline 2010 (708 kg CO2/ton semen ekuivalen). Capaian ini diperoleh dari optimalisasi STEC, pemanfaatan bahan bakar alternatif, dan energi bersih terbarukan pada fasilitas-fasilitas produksi SIG.

Baca Juga :  Bu Min Lakukan Re-Launching wisata Twin Lake Kemangi

SIG optimis dapat mempertahankan kinerja positif pada semester II 2023, mengingat adanya perbaikan permintaan semen yang mulai terlihat pada bulan Juni. Selain itu, SIG akan terus fokus meningkatkan efisiensi produksi, biaya energi, distribusi, serta area-area operasional lainnya dengan biaya yang lebih kompetitif. “Perbaikan permintaan dan peningkatan penjualan ekspor akan membantu menciptakan peluang-peluang untuk SIG meningkatkan volume penjualan dan optimalisasi utilisasi. Penerapan operational excellence yang berkelanjutan diharapkan akan mendorong pertumbuhan profitabilitas yang berkesinambungan,” tambah Vita Mahreyni. (Tiko)

sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB