Peredaran Pupuk Di Gresik Diatur Perbup

- Editorial Team

Selasa, 24 Maret 2015 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Bupati Gresik  Sambari Halim Radianto mengingatkan distributor pupuk agar tidak mengalihkan pupuk jatah petani antar sub komoditi, antar kecamatan maupun antar kabupaten.

Warning ini disampaikan Sambari dihadapan sekitar enam ratus orang undangan peserta acara sosialisasi Peraturan Bupati No. 7 tahun 2015 tentang kebutuhan dan penyaluran serta Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sector Pertanian tahun 2015 yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (24/3/2015).   

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka terdiri dari para pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari 330 desa se Kabupaten Gresik, distributor dan pengecer pupuk serta para penyuluh dan petugas pertanian se Kabupaten Gresik. “Apabila ada ketidak seimbangan antara distribusi dan kebutuhan, harap segera melapor kepada Dinas Pertanian untuk selanjutnya diambil tindakan dengan mengubah  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Distribusinya harus sesuai aturan ” tegas Sambari dengan nada agak keras.

Dalam Peraturan Bupati Nomer 7 tahun 2015, Bupati menetapkan Harga Ecerantertinggi (HET) pupuk masing-masing, HET pupuk urea Rp. 1.800/kg, pupuk SP 36 Rp. 2.000/kg, pupuk ZA Rp. 1.400/kg, pupuk NPK Rp. 2.300/kg dan pupuk organic Rp. 500/kg. Dalam perbup tersebut juga ditegaskan, bahwa harga berlaku sampai ke tingkat pembelian oleh Petani.

Baca Juga :  200 Pemudik Ikut Mudik Asyik Petrokimia Gresik

Petani dimaksud adalah petani, pekebun dan peternak yang mengusahakan lahan paling luas 2 hektar setiap musim tanam per keluarga. Adapun untuk pembudidaya ikan atau udang, dalam Perbupnya Bupati membatasi hanya bagi petani tambak yang mengolah lahan paling luas 1 hektar. “Hanya mereka yang boleh menebus pupuk bersubsidi sesuai HET” tandas Sambari.
 
Tak hanya HET pupuk, dalam Perbup tersebut, Bupati mengatur alokasin pupuk bersubsidi sesuai RDKK tahun 2015. Untuk pupuk bersubsidi sub sector tanaman pangan dan holtikultura masing-masing pupuk urea sebesar 18.680 ton, SP-36  2.700 ton, phonska 13.073 ton, pupuk petroganik 9.653 ton. Pupuk ZA 3.251 ton.  Pupuk untuk sub sector Perkebunan yaitu pupuk NPK 1.100 ton, pupuk ZA 835 ton. Pupuk untuk sub sector perikanan budidaya yaitu urea 8.500 ton, SP-36 4.187 ton dan pupuk organic 1.085 ton.

Baca Juga :  Local Media Summit 2024 Akan Digelar di Jakarta, Fokus Pada Transformasi Teknologi Media Lokal

Dalam acara sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Agus Joko Waluyo mengungkapkan tentang penggunaan pupuk berimbang. Menurut Agus Dosis pupuk per hektar untuk padi yaitu urea 200,19 kg, ZA 49,06 kg, SP-36  28,64 kg, NPK 138,7 kg dan petroganik 102,4 kg. Dosis ini sama pada pemupukan untuk jagung dan kedelai namun tidak menggunakan ZA sama sekali. Serta mengurangi penggunaan urea sampai hanya 50 kg/ha untuk pemupukan kedelai.  

Selain Kadis Pertanian, sosialisasi tersebut menghadirkan nara sumber lain yaitu dari PT. Petrokimia Gresik selaku produsen dan formulator pupuk, Kodim 0817 Gresik serta dari Polres Gresik. (sdm)

Editor: Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Program Lontar Petrokimia Gresik Dongkrak UMKM Afidah
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:53 WIB