Warga Tenaru Protes Ketentuan Domisili Di SMAN 1 Driyorejo

- Editorial Team

Senin, 30 Juni 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Gresik – Puluhan warga Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo Gresik, mendatangi SMAN 1 Driyorejo. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sistem Domisili Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang khawatir tidak berpihak pada warga sekitar.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak dari Desa Tenaru gagal lolos seleksi masuk SMAN 1 Driyorejo, meski jarak antara desa tersebut dan sekolah hanya 2,6 kilometer atau sekitar enam menit bersepeda.

Aksi ini dihadiri perwakilan RT, RW, dan Kepala Desa Tenaru. Mereka meminta kejelasan terkait kuota penerimaan siswa baru yang semestinya memprioritaskan domisili terdekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang karena ingin penjelasan, kenapa anak-anak kami yang jaraknya dekat justru tidak diterima. Sementara anak-anak dari luar desa lolos,” ujar Yudi, koordinator aksi.

Perwakilan warga kemudian bertemu langsung dengan Kepala SMAN 1 Driyorejo, AH. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga.

“Kami tetap berupaya membantu warga Desa Tenaru. Namun, perlu juga diperhatikan nilai rata-rata calon siswa, minimal 80 hingga 90,” kata AH.

Selain itu, AH menyebut data jarak dari rumah ke sekolah juga menjadi pertimbangan penting, dan wali murid kini bisa menginput data tersebut dalam sistem pendaftaran.

“Usulan dari warga bisa kami terima, dan akan kami koordinasikan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Yudi menyatakan bahwa pihak sekolah telah menyepakati penerimaan anak-anak dari Desa Tenaru berdasarkan kriteria nilai. Namun, untuk tahun-tahun berikutnya, kebijakan tersebut masih harus dikonsultasikan dengan Kementerian Pendidikan Provinsi.

“Jika tahun depan kesepakatan ini dilanggar, kami akan kembali turun aksi,” tegas Yudi.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan skema baru SPMB yang menggantikan sistem PPDB, dengan jalur domisili sebagai acuan utama. Jalur ini mempertimbangkan jarak tempat tinggal berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) minimal satu tahun sebelum pendaftaran.

Baca Juga :  Semarak Hari Kartini di SDN 94 Gresik, Ratusan Siswa Tampil dengan Busana Adat hingga Fashion Show Meriah

Untuk jenjang SMA, kuota jalur domisili minimal sebesar 30% dari total daya tampung sekolah. Penetapan zona dilakukan berdasarkan radius atau rayonisasi yang disesuaikan dengan karakteristik daerah, termasuk untuk daerah perbatasan kabupaten/kota.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T
Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa
Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital
MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak
SD Muwri Gembleng Karakter di Lapangan Hijau: Perkemahan ‘Kemahiran’ Siap Kobarkan Semangat HUT RI ke-81
Gus Ipul di Gresik: Sentuhan Disiplin TNI-Polri untuk Anak-anak Paling Rentan
Mengintip Sekolah Rakyat Gresik: Dari Pujian Khofifah hingga Perang Melawan Perundungan
Anak Mengare Mimpi Jadi Dokter: Sekolah Rakyat Beroperasi, Janji Akses Pendidikan Merata
Berita ini 317 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Sabtu, 5 September 2026 - 16:55 WIB

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 20:18 WIB

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:50 WIB

MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:49 WIB

SD Muwri Gembleng Karakter di Lapangan Hijau: Perkemahan ‘Kemahiran’ Siap Kobarkan Semangat HUT RI ke-81

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:26 WIB

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB