Pasar Murah PG Sembako 100ribu Dijual 25ribu

- Editorial Team

Minggu, 5 Juli 2015 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ PT Petrokimia Gresik kerespon intruksi Mentri BUMN Yyang mengharuskan perusahaan BUMN mengadakan pasar murah Guna mengantisipasi lonjakan harga sembako di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H.

PT Petrokimia Gresik (PG) menggelar pasar murah dengan membagikan 8.000 paket sembako di 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dirut PG Hidayat Nyakman, Pasar Murah Petrokimia Gresik ini merupakan bentuk dukungan PG terhadap pemerintah saat ini yang tengah gencar mengendalikan harga sejumlah bahan pokok di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Khususnya Kementerian BUMN yang menginstruksikan adanya pasar murah serentak oleh 119 BUMN di 150 titik di seluruh Indonesia mulai 3 hingga 5 Juli 2015.

Baca Juga :  Ultras Galau Jadwal Kongres Bareng Final Piala Gubernur

Selain menekan lonjakan harga, upaya ini juga bertujuan untuk meminimalisir ulah spekulan yang kerap mempermainkan harga sembako di tengah tingginya permintaan.

“Untuk itu kami juga menggelar pasar murah. Tujuannya agar masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Ring I perusahaan, dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang tentunya jauh lebih murah,” ujar Dirut PG Hidayat Nyakman seusai membuka acara pasar murah di Kel Kroman, Minggu (5/7).

Adapun isi paket sembako terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 kg, dan gula pasir 2 kg. Harga satu paket sembako mencapai Rp 109.000/paket, atau total Rp 867 juta. Tetapi, di pasar murah ini PG menjualnya hanya Rp 25.000/paket, atau total Rp 200 juta. Dengan demikian, PG mensubsidi sebesar Rp 627 juta.

Baca Juga :  Mahasiswa Gresik Mulai Bergerak

8.000 paket sembako ini didistribusikan ke 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan, yaitu Desa Roomo (1.250), Kelurahan Tlogopojok (1.250), Lumpur (1.250), Kroman (1.000), Karanturi (1.000), Sukorame (1.000), Karangpoh (750), dan Ngipik (500).

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban warga,” tutup Dirut PG Hidayat Nyakman. (Tik)

Editor: sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Berita Terbaru

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB