18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025

- Editorial Team

Senin, 15 Desember 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus perundungan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Gresik. Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik mencatat sedikitnya 18 anak terdampak kasus bullying sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Kasus-kasus itu terungkap bukan dari laporan langsung korban, melainkan dari sinyal awal yang muncul di sekolah. Anak-anak tersebut beberapa hari tidak masuk kelas tanpa keterangan jelas. Dari situlah penelusuran dimulai.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menilai angka tersebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia menduga masih banyak kasus perundungan yang tidak tercatat karena korban memilih diam.
“Memang masih sedikit yang lapor, tapi di luar masih banyak yang belum tercatat. Cuma yang berani melapor ke kita 18 anak,” katanya.

Menurut Titik, laporan yang masuk ke KBPPPA sebagian besar berasal dari rujukan pihak sekolah. Ketika siswa diketahui absen berhari-hari, tim dari layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Gresik langsung turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran.

“Hasil penelusuran itu ada dua kemungkinan. Anak tidak masuk sekolah karena mengalami bullying atau karena kekerasan, baik fisik maupun seksual,” jelasnya.
“Setelah kita cari tahu, ternyata di sekolah mendapatkan bullying,” imbuh Titik.

Ia menjelaskan, dampak perundungan terhadap anak tidak selalu terlihat secara fisik. Luka psikologis justru sering kali lebih dalam dan membekas. Perkataan sederhana bisa menjadi senjata yang melukai mental korban.

Titik mencontohkan bentuk bullying yang kerap terjadi adalah olok-olok terhadap kondisi keluarga anak, seperti orang tua yang bercerai.
“Perkataan-perkataan seperti itu sangat mencederai. Anak kemudian membandingkan kondisi orang tuanya dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinkes Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil

Akibatnya, korban cenderung menarik diri dan memendam perasaan. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi tempat yang tidak nyaman.
“Mereka merenung sendiri, dan sekolah akhirnya menjadi tempat yang tidak nyaman bagi mereka,” pungkasnya.

Fenomena bullying, baik secara verbal, fisik, sosial, hingga digital, masih menghantui lingkungan sekolah. Dampaknya bukan hanya merusak rasa aman, tetapi juga kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Upaya pencegahan dan keberanian untuk melapor menjadi kunci agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman bagi semua siswa.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Desa Pranti Merombak Posyandu: Layanan Maksimal, Warga Tersenyum Lega
Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga
Freeport Dukung Baksos KWG Gresik di HPN 2026, Perkuat Sinergi Media dan Industri
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik
KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:58 WIB

Ketika Desa Pranti Merombak Posyandu: Layanan Maksimal, Warga Tersenyum Lega

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:47 WIB

Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga

Senin, 27 April 2026 - 23:48 WIB

Freeport Dukung Baksos KWG Gresik di HPN 2026, Perkuat Sinergi Media dan Industri

Senin, 16 Maret 2026 - 00:54 WIB

3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Ujian Cambridge di Balik Nuansa Rekreasi: Spemdalas Racik Resep Kesiapan Siswa

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:01 WIB