Ingatkan Bahaya Layangan Dekat Jaringan Listrik, Spemdalas Edukasi Keselamatan melalui Program Orang Tua Mengajar

- Editorial Team

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik kembali menyelenggarakan kegiatan Orang Tua Mengajar (OTM) di kelas VII Brave, Rabu (21/1/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran kontekstual kepada siswa melalui pengalaman langsung dari orang tua yang berprofesi sebagai praktisi di bidang tertentu.

Pada kesempatan tersebut, Ivan Nur Pratama, ST, MT, Manajer PLN UPT Gresik Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali, ayah dari Kean Satya Nugraha, siswa kelas VII Brave. Ia membawakan materi bertema “Listrik vs Layangan”, dengan fokus pada pentingnya keselamatan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Ivan menegaskan, bahwa listrik merupakan kebutuhan vital yang sangat dekat dengan aktivitas manusia. Hampir seluruh kegiatan, mulai dari belajar, bekerja, hingga kebutuhan rumah tangga, bergantung pada pasokan listrik yang aman dan andal.

“Listrik itu sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun di sisi lain, listrik juga bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak dipahami dan digunakan dengan benar,” jelasnya.

Ia kemudian mengingatkan siswa tentang bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, baik jaringan distribusi maupun transmisi tegangan tinggi. Melalui tayangan dokumentasi dan contoh kasus nyata, siswa diajak memahami risiko serius yang dapat terjadi.

“Bermain layang-layang di dekat jaringan listrik itu sangat berbahaya. Banyak kejadian kebakaran, sengatan listrik, bahkan korban luka bakar berat akibat benang layangan yang tersangkut kabel listrik,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan 1446 H, Masjid At-Taqwa Giri Bersolek dengan Ratusan Lampu Hias

Ivan juga membagikan pengalamannya saat harus menangani layangan yang terperangkap di jaringan listrik, terutama pada malam hari.

“Pernah ada pengalaman membebaskan layangan yang tersangkut di malam hari agar tidak semakin membahayakan jaringan dan lingkungan sekitar. Prosesnya tidak mudah dan sangat berisiko,” tuturnya.

Selain layangan, ia menjelaskan, bahwa gangguan listrik juga dapat disebabkan oleh faktor alam, seperti banjir yang mengakibatkan kerusakan tower dan jaringan listrik.

“Banjir bisa menyebabkan pondasi tower rusak dan mengganggu sistem transmisi. Jika satu tower terganggu, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak wilayah,” jelasnya.

Ivan menekankan, bahwa upaya menjaga jaringan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi juga seluruh masyarakat. Ia mengimbau agar siswa tidak bermain layang-layang di area berbahaya demi keselamatan bersama dan keberlangsungan pasokan listrik.

“Agar tidak terjadi pemadaman listrik, kami mengimbau masyarakat, termasuk adik-adik, untuk tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati bermain layangan di tempat yang aman tanpa risiko luka bakar yang akibatnya sangat berat. Bahkan ada korban yang tidak tertolong,” tambahnya.

Pengalaman paling berkesan juga dibagikan saat ia terlibat langsung dalam penanganan bencana besar di Aceh. Saat itu, infrastruktur listrik rusak total sehingga diperlukan langkah darurat.

“Pengalaman paling menarik adalah saat menangani bencana di Aceh. Listrik benar-benar hancur dan tidak tersisa. Kami harus membangun emergency tower, dan perjalanannya harus menggunakan helikopter, karena kondisi medan yang ekstrem,” ungkapnya.

Baca Juga :  Biro Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Berhasil Satukan Dua Peserta hingga Menikah

Ia menjelaskan, bahwa dalam kondisi darurat tersebut, metode kerja pun berbeda dari biasanya. Jika biasanya satu tower dikerjakan dua orang, saat kondisi darurat harus menurunkan hingga delapan orang bekerja di atas tower untuk mempercepat aliran listrik.

“Ini demi kemanusiaan karena listrik sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab. Para siswa nampak antusias dan lebih memahami bahwa listrik memiliki dua sisi, yaitu sangat berguna sekaligus berbahaya jika tidak disikapi dengan bijak.

Wali kelas VII Brave, Risma Oktavia, SPd, mengapresiasi kegiatan Orang Tua Mengajar tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan membuka wawasan siswa tentang keselamatan serta tanggung jawab sosial.

“Kegiatan ini sangat bermakna, karena siswa belajar langsung dari pengalaman nyata seorang praktisi. Anak-anak jadi lebih sadar bahwa tindakan kecil, seperti bermain layangan sembarangan, bisa berdampak besar bagi keselamatan dan kehidupan banyak orang,” tuturnya sereya berharap, melalui kegiatan ini, siswa mampu menumbuhkan sikap peduli, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Kontributor: Risma Oktavia


Post Views: 2

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru

komunitas

Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:12 WIB

Peristiwa

Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:42 WIB