GIRIMU.COM — Suasana khidmat menyelimuti penutupan kegiatan Darul Arqom 2026 di SD Al Islam. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari secara bergiliran ini mencapai puncaknya pada Sabtu (28/2/2026) pagi, setelah siswa kelas 5 menyelesaikan sesi bermalam di sekolah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Wafiqul Mizan memberikan pesan mendalam mengenai kesehatan spiritual. Ia menekankan, bahwa karakter seseorang bisa dilihat dari bagaimana mereka menyeimbangkan waktu antara serius dan bercanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kekerasan hati seseorang itu bisa dilihat dari ritme bercandanya. Ketika seseorang terlalu banyak bercanda, maka hatinya cenderung lebih keras. Sebaliknya, mereka yang mampu membatasi candaan dan menggunakan waktunya dengan bijak, memiliki hati yang lebih halus,” ujar Ustadz Wafiq di hadapan para siswa.
Ia berharap agar kebiasaan baik yang ditempa selama pesantren kilat, mulai dari tadarus hingga renungan malam, tetap dijaga secara konsisten saat siswa kembali ke rumah.
Salah satu momen paling berkesan adalah aksi berbagi takjil. Meski diguyur hujan lebat, para siswa tetap antusias turun ke jalan untuk membagikan paket berbuka kepada pengguna jalan yang lewat.
Idzar, salah satu peserta, mengaku, bahwa momen ini sangat membekas di hatinya. “Berbagi takjil melatih empati kami untuk peduli pada orang lain, apalagi saat cuaca sulit seperti hujan kemarin,” ungkapnya.
Idzar menambahkan pentingnya disiplin waktu. Tidur lebih awal, katanya, membuat badan segar di pagi hari, sementara yang begadang malah jadi lemas.
Kepala SD Al Islam Cerme, Cicik Indrawati, dalam sambutan penutupnya menyampaikan rasa syukur karena seluruh siswa masih sehat dan bersemangat hingga akhir acara. Ia menekankan, bahwa indikator keberhasilan Darul Arqom bukan hanya pada hafalan, tapi pada perubahan sikap.
“Mudah-mudahan ilmu ini jadi bekal hidup. Saya ingin ada perubahan nyata: bagaimana sikap kalian kepada orang tua, guru, dan teman. Jangan sampai menyakiti hati mereka,” pesan Cicik.
Ia juga mengingatkan agar buku kegiatan Ramadan diisi dengan jujur sebagai bentuk kontrol ibadah harian. Acara yang dipandu oleh Ustadzah Auliyah ini ditutup dengan senam bersama dan bacaan hamdalah. Dengan berakhirnya Darul Arqom 2026, Cicik berharap lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga islami dan memiliki kesalehan sosial yang tinggi. (*)
Post Views: 4












