GRESIK, kabargresik.com — Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tidak hanya memperlihatkan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang memiliki kekayaan puluhan miliar rupiah. Data yang sama juga mencatat sejumlah pejabat eselon 2 dengan nilai harta kekayaan paling rendah.
Berdasarkan data LHKPN yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nilai harta para pejabat tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya jumlah aset properti, kepemilikan kendaraan, kas dan setara kas, serta beban utang yang mengurangi total kekayaan kotor.
Berikut lima pejabat eselon 2 Pemkab Gresik dengan harta kekayaan terendah berdasarkan data LHKPN periodik pelaporan 2024 dan 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Johar Gunawan
Johar Gunawan, Staf Ahli Bupati Bidang II, menempati posisi pertama sebagai pejabat eselon 2 Pemkab Gresik dengan harta kekayaan terendah.
Ia melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp324.721.837. Nilai tersebut berasal dari total harta kotor Rp448.814.306 setelah dikurangi utang Rp124.092.469.
Aset utama Johar berupa satu bidang tanah dan bangunan seluas 60 meter persegi/30 meter persegi di Kabupaten Gresik senilai Rp400 juta.
Untuk kendaraan, Johar hanya mencatatkan satu unit sepeda motor Honda tahun 2024 senilai Rp23,5 juta.
2. A. M. Reza Pahlevi
Posisi kedua ditempati A. M. Reza Pahlevi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Reza melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp496.621.420. Ia tidak mencatatkan kepemilikan aset tanah dan bangunan dalam laporan tersebut.
Harta Reza didominasi kendaraan. Ia melaporkan dua unit mobil, yakni Toyota Fortuner senilai Rp488,2 juta dan Toyota Innova Zenix hasil warisan senilai Rp465 juta.
Total harta kotor Reza sebenarnya mencapai Rp976,8 juta. Namun, beban utang sebesar Rp480.190.037 membuat harta kekayaan bersihnya turun menjadi di bawah Rp500 juta.
3. Misbahul Munir
Misbahul Munir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, berada di urutan ketiga.
Ia melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp598.752.970. Berbeda dengan sejumlah pejabat lain dalam daftar ini, Misbahul tidak mencatatkan utang.
Hartanya terdiri atas satu bidang tanah dan bangunan seluas 120 meter persegi/90 meter persegi di Gresik senilai Rp500 juta.
Misbahul juga mencatatkan satu unit sepeda motor Honda tahun 2017 senilai Rp15 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp83,7 juta.
4. Zainul Arifin
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Zainul Arifin, melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp914.490.000.
Total aset kotor Zainul mencapai Rp1,2 miliar. Kepemilikan Aset tersebut ditopang dua bidang properti di Gresik dengan nilai total Rp950 juta.
Zainul juga mencatatkan kendaraan berupa mobil Honda minibus dan sepeda motor Honda Scoopy dengan nilai total Rp211 juta.
Namun, harta kekayaan bersihnya turun ke bawah Rp1 miliar karena ia memiliki utang sebesar Rp293 juta.

5. Budi Raharjo
Budi Raharjo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, menempati posisi kelima dalam daftar pejabat eselon 2 Pemkab Gresik dengan harta terendah.
Ia melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp1.065.542.339.
Budi mencatatkan dua bidang tanah di Gresik dan Malang dengan nilai total Rp795 juta. Ia juga melaporkan sejumlah kendaraan senilai Rp266 juta, meliputi satu unit Mitsubishi Xpander dan tiga unit sepeda motor.
Harta kekayaan bersih Budi ikut berkurang karena ia memiliki utang sebesar Rp125.507.661.
Dari data tersebut, utang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai akhir harta kekayaan bersih sejumlah pejabat. Hal itu terlihat pada laporan Reza Pahlevi, Zainul Arifin, dan Budi Raharjo.
Selain utang, jumlah aset tanah dan bangunan juga berpengaruh besar terhadap total kekayaan. Pejabat dengan aset properti lebih sedikit cenderung mencatat nilai harta lebih rendah dibanding pejabat eselon 2 lainnya di lingkungan Pemkab Gresik.
Catatan Redaksi:
Data dalam berita ini dihimpun dari dokumen pengumuman LHKPN resmi dengan periodik pelaporan tahun 2024 dan 2025.











