Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho (MDTW) Al Ikhlash MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Panceng, Gresik, menggelar Wisuda Madrasah Diniyah dan Pembagian Rapor Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Desa Pantenan itu berjalan khidmat dan penuh kebersamaan. Sebanyak 33 santri kelas IX mengikuti prosesi wisuda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Pantenan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pantenan, Majelis Dikdasmen dan PNF PRM Pantenan, wali murid kelas VII hingga IX, serta para santri MDTW Al Ikhlash.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Waqi’ah secara bersama-sama. Pembiasaan ini menjadi bagian dari budaya religius yang selama ini diterapkan di madrasah.
Suasana semakin khidmat saat salah satu santri membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan lantunan merdu. Acara seremonial kemudian berlanjut dengan pembawa acara dari siswa-siswi MTs Muhammadiyah 7 Pantenan.
Kepala MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Muhammad Tauhid, menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan pendidikan para santri. Menurutnya, wisuda menjadi awal untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Ini bukan sekadar wisuda, tetapi titik awal yang baru bagi kalian. Setelah ini, kalian akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar madrasah tsanawiyah ini,” ujarnya.
Muhammad Tauhid juga berpesan kepada wali murid agar tetap mendampingi dan mengawasi anak-anak selama masa liburan. Ia berharap kebiasaan baik yang sudah tumbuh di madrasah tetap berlanjut di rumah.
“Saya berharap anak-anak terus mengemban amanah dan melanjutkan kebiasaan baik yang telah diperoleh di madrasah. Untuk siswa kelas VII dan VIII yang sedang menunggu tahun ajaran baru dimulai, saya berpesan kepada bapak dan ibu agar tetap mengarahkan mereka dalam menjaga shalat, mengaji, serta hafalan Al-Qur’annya,” imbuhnya.
Ucapan selamat kepada para wisudawan juga disampaikan Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PRM Pantenan, Abdul Malik. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PRM Pantenan, Faqih Usman, belum dapat hadir karena menjalankan tugas di luar kota.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh santri yang hari ini diwisuda. Apa yang disampaikan oleh Kepala Madrasah benar adanya, bahwa wisuda ini merupakan langkah awal dalam menentukan masa depan kalian,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Malik juga memperkenalkan berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan PRM Pantenan. Lembaga tersebut meliputi TK, MI, MTs, SMA, hingga Pondok Pesantren Ahlul Qur’an Pantenan Panceng Gresik.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Ahlul Qur’an berfokus pada program tahfiz Al-Qur’an dengan penguatan pendidikan agama secara komprehensif.
Meski baru berdiri tiga tahun, pondok pesantren tersebut telah memiliki banyak santri. Mereka berasal dari dalam desa, luar desa, hingga luar kabupaten dan kota.
“Saya mengajak anak-anak yang hari ini diwisuda untuk melanjutkan pendidikan di pesantren. Dengan mondok, insyaallah pendidikan dan pembinaan karakter akan lebih terarah. Jika memungkinkan, silakan melanjutkan di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pantenan menyampaikan rasa syukur karena GOR Desa Pantenan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan pembinaan masyarakat. Menurutnya, gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat aktivitas olahraga.
Ia juga mendorong para siswa agar terus semangat menuntut ilmu setinggi mungkin. Ilmu pengetahuan, kata dia, akan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Setelah sesi sambutan, kegiatan berlanjut dengan kajian dan parenting yang disampaikan Kiswanto dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Dalam materinya, Kiswanto menjelaskan berbagai aspek penting dalam pendidikan dan pola asuh anak. Para wali murid mengikuti materi tersebut dengan antusias karena isinya dinilai relevan dengan pendampingan pendidikan anak di rumah.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Wisuda Madrasah Diniyah yang diikuti 33 santri. Suasana haru dan bangga terlihat saat para santri menerima penghargaan atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan diniyah.
Usai prosesi wisuda, panitia mengumumkan siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun nonakademik selama satu tahun pelajaran.
Pada momentum tersebut, MTs Muhammadiyah 7 Pantenan juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 16 siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian madrasah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan peserta didik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian rapor Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, dan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 7 Pantenan berharap dapat terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan pada masa mendatang.
Post Views: 595












