Takmir Masjid At Taqwa Giri, Cabang Muhammadiyah Kebomas, Gresik, menggelar kajian Tahun Baru Hijriah pada Selasa malam (16/6/2026).
Kajian yang berlangsung selepas salat Maghrib itu menghadirkan dai internasional, Ustaz Syamsul Arifin Nababan. Ia dikenal sebagai pendakwah yang telah melakukan safari dakwah di empat benua selama 11 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Nababan menyampaikan materi tentang tanda-tanda kebangkitan umat Islam. Kajian ini menjadi bagian dari Safari Dakwah Jawa Timur yang berlangsung pada 14–18 Juni 2026.
Ustaz Nababan merupakan pendiri, pimpinan, dan pengasuh Pesantren Muallaf Annaba Center Indonesia. Ia juga mendirikan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia.
Ia mengawali kajian malam 2 Muharram 1448 H itu dengan kisah perjalanan dakwahnya ke pedalaman Nusa Tenggara Timur. Di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Cendana tersebut, ia mengaku mengajarkan kalimat tauhid kepada anak-anak mualaf.
“Anak-anak yang telah menjadi mualaf ini oleh orang tuanya meminta kami membawa mereka ke Jakarta agar lebih mengenal Islam,” ungkapnya.
Ustaz Nababan, yang juga seorang mualaf, menyampaikan bahwa banyak mualaf justru menunjukkan kesungguhan besar dalam mempelajari Islam. Bahkan, sebagian dari mereka mampu menjadi penghafal Al-Qur’an.
Ia kemudian menyampaikan perbandingan dengan gaya ringan. Menurutnya, umat Islam yang lahir dari keluarga muslim sering kali merasa cukup karena telah beragama Islam sejak kecil.
“Jenengan semua kebanyakan telah menjadi muslim sejak bayi, muslim turunan,” ujarnya disambut jamaah.
Ustaz Nababan menganalogikan mualaf sebagai “muslim tanjakan”. Menurut dia, orang yang berjalan di tanjakan harus lebih banyak menginjak gas. Sebaliknya, muslim yang merasa sudah nyaman justru kerap menginjak rem.
Kebangkitan Umat Islam
Dalam kajian tersebut, Ustaz Nababan mengutip Surah An-Nasr tentang pertolongan Allah dan manusia yang berbondong-bondong masuk agama Islam.
Ia menilai pesan dalam Surah An-Nasr itu mulai terlihat dalam perkembangan dakwah Islam di berbagai belahan dunia.
Dalam pengalaman dakwahnya di Amerika Serikat, Ustaz Nababan menyebut ada fenomena meningkatnya ketertarikan masyarakat Barat terhadap Islam.
Ia juga menyinggung terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda bahwa identitas muslim mulai mendapat tempat dalam ruang publik Barat.
“Anggota parlemen Negara Bagian New York berusia 34 tahun itu saat kampanye mengedepankan identitasnya sebagai muslim. Dia secara rutin mengunjungi masjid-masjid di Amerika,” ujarnya.
Ustaz Nababan juga menceritakan kebiasaannya mengunjungi gereja-gereja di sejumlah kota besar Amerika Serikat pada Ahad pagi. Ia ingin membuktikan kabar tentang menurunnya jumlah jemaat di beberapa gereja.
Menurutnya, sebagian gereja di Amerika kini telah beralih fungsi menjadi masjid. Ia menyebut komunitas muslim Indonesia turut membeli sejumlah bangunan gereja untuk digunakan sebagai masjid.
“Artinya, hari ini kita menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam di Barat,” imbuhnya.
Ia juga menyebut Detroit sebagai salah satu kota di Amerika Serikat yang memiliki nuansa keislaman kuat. Menurutnya, muslimah berhijab semakin mudah dijumpai di kota tersebut.
Umat Islam Diminta Kuatkan Akidah dan Ukhuwah
Dalam bagian lain kajian, Ustaz Nababan menyoroti tantangan umat Islam di tengah propaganda negatif terhadap Islam. Ia menilai citra Islam justru semakin menarik perhatian banyak orang di berbagai negara.
Ia mengutip Surah Al-Buruj ayat 8 untuk menjelaskan bahwa permusuhan terhadap orang beriman telah disebutkan dalam Al-Qur’an.
Menurut Ustaz Nababan, ada empat faktor penting dalam kebangkitan umat Islam. Keempat faktor itu adalah akidah yang kuat, ibadah yang semakin baik, ukhuwah Islamiyah yang kokoh, serta pengorbanan untuk Islam.
“Aqidah yang semakin kuat, ibadah yang semakin menguat, ukhuwah Islamiyah yang kokoh, dan pengorbanan untuk Islam,” tandasnya.
Ia menegaskan, dua hal yang paling ditakuti oleh pihak yang memusuhi Islam adalah kembalinya umat Islam kepada Al-Qur’an dan menguatnya ukhuwah Islamiyah.
Ustaz Nababan menutup kajian dengan pesan persatuan kepada jamaah.
“Bersatu dalam akidah. Berjamaah dalam ibadah. Toleransi dalam khilafiyah. Kerja sama dalam dakwah,” pesannya.
Post Views: 1,522












