Panas terik Gresik tak menyurutkan langkah Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gresik menelisik proyek peningkatan Jalan Bungah. Kamis pekan lalu, rombongan legislator terjun langsung ke lapangan, menyusuri ruas jalan sepanjang 5.3 kilometer yang digelontor anggaran Rp 13,9 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2026. Mereka datang untuk memastikan, uang rakyat tak cuma habis di atas kertas, namun berwujud infrastruktur berkualitas dan rampung tepat waktu, akhir Oktober nanti.
Sidak membentang dari Pertigaan Bungah hingga Desa Melirang. Anggota Komisi III tampak serius mengawasi detail pengecoran beton bahu jalan, menimbang volume, hingga meneliti material yang digunakan. Setiap jengkal proyek, seolah tak luput dari pengamatan mereka.
Sulis Irbansyah, Ketua Komisi III, menegaskan peninjauan ini bukan sekadar formalitas. “Selain memastikan proyek selesai sesuai target, kami ingin melihat langsung proses pengerjaannya, mulai dari volume hingga material yang digunakan,” ujarnya lugas. Politisi PDIP ini paham betul, pengawasan di lapangan adalah kunci agar dana daerah berbuah sesuai perencanaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada, Yuyun Wahyudi, anggota Komisi III lainnya, menyoroti aspek keselamatan kerja. Dewan tak ingin proyek ini hanya selesai, tapi juga menjamin keamanan para pekerja dan kelancaran lalu lintas. “Kami ingin melihat bagaimana pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun menimbulkan kemacetan,” kata Yuyun.
Di sisi lain, Fiqih Febrianto, Kepala Proyek dari CV Sekawan Abdi Karya, menjamin pengerjaan berjalan sesuai petunjuk teknis. “Pengerjaan sudah dimulai sejak Juni dan insyaallah selesai akhir Oktober. Saat ini kami masih menuntaskan beton bahu jalan. Setelah itu dilanjutkan pengaspalan dan pemasangan saluran air atau u-ditch,” jelasnya. Proyek ini memang ambisius, meliputi pengaspalan, beton bahu jalan, hingga pemasangan saluran air demi kualitas ruas Jalan Bungah yang prima.











