SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) menggelar Konferensi Wali Kelas 7, 8, dan 9 periode September–Oktober di Ruang Kader Sang Pencerah, Sabtu (3/10/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi strategis sekaligus penguatan peran wali kelas dalam memberikan pendampingan maksimal kepada para siswa.
Kegiatan diawali dengan sesi iftitah oleh Ashifaun Najah. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya dua nilai mendasar dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan wali kelas, yakni amanah dan kejujuran.
“Menjadi wali kelas bukan hanya soal mengajar dan urusan administrasi. Di balik itu, ada amanah yang dititipkan. Ada siswa yang harus kita bimbing, orang tua yang menitipkan harapan, serta lembaga yang memberikan tanggung jawab,” tegas Ashifaun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, integritas dan amanah seorang guru diuji melalui hal-hal sederhana. Di antaranya meliputi kemampuan menjaga kepercayaan siswa, menyikapi keluhan orang tua secara bijak, hingga konsistensi memberikan pelayanan pendidikan terbaik meski tanpa pengawasan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Spemdalas, Ichwan Arif, menekankan bahwa amanah dan kejujuran harus tecermin dalam pelaksanaan tugas harian wali kelas. Ia memaparkan sejumlah poin krusial yang memerlukan perhatian khusus, mulai dari supervisi kebersihan kelas, pemantauan tata tertib, hingga pendampingan karakter.
“Wali kelas perlu memaksimalkan pendampingan siswa, seperti mengingatkan shalat, mengaji, mengecek kehadiran, memastikan perizinan, hingga menjaga sarana dan prasarana kelas tetap prima,” ujar Ichwan.
Ichwan juga mengaitkan arahan tersebut dengan hasil In-House Training (IHT) wali kelas sebelumnya. Menurutnya, pemantauan dan pengenalan karakter siswa sejak dini sangat penting agar setiap potensi masalah dapat terdeteksi dan ditangani secara cepat dan tepat.
Konferensi ini menjadi momentum efektif bagi para wali kelas Spemdalas untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, dan mengoptimalkan kualitas pendampingan peserta didik.
Suasana keakraban kian terasa di akhir acara melalui sesi pembagian kado undian berupa barang kebutuhan sehari-hari. Salah satu wali kelas 9, Octaria Wahyu Ningtias, menyambut positif kegiatan ini karena dinilai berhasil membangun kebersamaan dan kehangatan antar sesama tenaga pendidik.











