Ternyata BBG Diminati Pemilik Angkot

- Editorial Team

Kamis, 14 April 2016 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Setelah 9 angkot yang siap dipasang converter kit bahan bakar gas (bbg) gratis, ternyata masih ada puluhan angkot lagi yang antre ingin dipasang juga. Hal ini diakui oleh Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Setda Gresik Adiana Setiawati. “Saat ini kami hanya mendata saja selanjutnya akan kami ajukan proporsal ke Kementerian ESDM melalui PGN Gagas” ujarnya saat sosialisasi konversi bbm ke bbg yang berlangsung di kantor Bupati Gresik, Kamis (14/4/2016).

Acara yang dilaksanakan oleh Pemkab Gresik bekerjasama dengan PGN Gagas, beberapa narasumber dan tehnisi automotif serta tehnisi bidang gas. Para narasumber ini mengedukasi penggunaan BBG kepada beberapa kepala divisi kendaraan yang ada di perusahaan, para awak angkot serta para koordinator lyn angkutan yang ada di Kabupaten Gresik.

Beberapa pemilik angkot penasaran terkait keinginan untuk menggunakan BBG, sementara kendaraannya buatan tahun 90an. Hal ini disampaikan coordinator angkutan kota Romli, “Apakah bisa kendaraan converter kit BBG dipasang di kendaraan ‘tua’. Mengingat angkot di Gresik rata-rata buatan antara tahun 1988 – 2008” Tanya Romli penasaran.

Setelah dijawab bisa, maka Romli dan kawan kawan seakan mendapat angin segar. “Memang sebaiknya mobil yang tidak terlalu tua. Karena converter kit yang kami berikan ini bisa bertahan lama. Terlalu sayang kalau dipasang di angkot tua. Belum berapa lama ternyata ada peremajaan” ujar tehnisi yang disiapkan oleh PGN Gagas.

Sementara sopir angkot yang lain sempat menanyakan tentang legalitas saat uji kir kendaraan bermotor. mendapat pertanyaan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Nuruddin yang memimpin kegiatan ini berjanji akan mencari aturan dan undang-undangnya. “Untuk hal ini perlu study banding dulu kepada daerah yang sudah melaksanakan kebijakan ini lebih dulu” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Jatim-Jateng Sudah Mulai Panen Beras

Melihat animo masyarakat Gresik terutama pemilik angkot yang begitu besar untuk memakai BBG. Koordinator wilayah II PGN Gagas, M. Hakim Haryono sedikit memberikan solusi agar bisa mendapat converter kit gratis. “Sebaiknya para sopir ini membentuk paguyuban pemakai gas, nantinya setelah terbentuk akan kami ajukan ke pusat. Atau kalau mungkin masuk pada program kami yaitu semacam kontrak dengan pemakaian minimal 10 lsp sehari” ujarnya.  (Tik/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 44 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB