Dhoni Pertaruhkan Nyawa Demi Segarnya Segelas Legen

- Editorial Team

Rabu, 21 September 2016 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Dhoni (46) warga Dusun Larangan Dalegan Pemanjat pohon Siwalan untuk mendapatkan lira sebagai bahan baku minuman legen. (Akmal/mg1/kabargresik.com)

Ahmad Dhoni (46) warga Dusun Larangan Dalegan Pemanjat pohon Siwalan untuk mendapatkan lira sebagai bahan baku minuman legen. (Akmal/mg1/kabargresik.com)

Ahmad Dhoni (46) warga Dusun Larangan Dalegan Pemanjat pohon Siwalan untuk mendapatkan lira sebagai bahan baku minuman legen. (Akmal/mg1/kabargresik.com)
Ahmad Dhoni (46) warga Dusun Larangan Dalegan Pemanjat pohon Siwalan untuk mendapatkan lira sebagai bahan baku minuman legen. (Akmal/mg1/kabargresik.com)

kabargresik.com – Memang segar ketika kita meminum legen, bahkan konon khasiatnya pun menjadi obat gagal ginjal. tapi di sisi lain penjual legen harus mempertaruhkan nyawanya untuk memanjat pohon siwalan yang hampir 20 meter tanpa alat keselamatan tersebut.

Pria yang berani mempertaruhkan nyawanya demi kepulan di dapur itu adalah Ahmad Dhoni (46) , warga Dusun Larangan Dalegan ini berani memanjat pohon siwalan untuk mengambil air dari pohon siwalan tersebut. Sehabis subuh pria ini berangkat ke ladang untuk mangambil tetesan air siwalan itu.

Peralatan yang digunakanpun hanya membawa pisau sama bethek (tempat legen terbuat dari bambu). Alat keselamatannya pun tidak ada sama sekali padhal tinggi pohon tersebut kisaran 15 sampai 20 meter. “Memang pengen beli alat keselamatan mas, tapi harganya sangat mahal, ujar Dhoni kepada kabargresik.com (20/09).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dhoni masa mudanya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI), namun karena di perantauan sudah tidak mengahasilkan dan menunggu ibunya yang sedang sakit dua tahun terakhir, akhirnya bapak tiga anak ini pun memutuskan untuk menjadi pemanjat pohon siwalan.

Baca Juga :  Festival Gejog Lesung Dalegan Meriah di Pantai

Awalnya sulit melakukan Profesi ini dan mengandung resiko tapi karena sadar keluarganya butuh makan dan juga untuk meneruskan tradisi keluarga, akhirnya ia mau melanjutakannya. Mantan TKI ini termasuk generasi ke tiga pemanjat pohon dari keluarganya, “dahulu mbah buyut saya, juga menjadi pemanjat pohon siwalan” ujar Dhoni, di sela-sela memanjat pohon tersebut.

penjual-legenSatu botol legen satu setengah liter  di jual kisaran Rp. 8.000,- dengan harga tersebut tentunya kurang pantas karena memang resiko yang di jalankan pemanjat pohon sangat tinggi dan beresiko. Pohon siwalan itupun bukan miliknya, namun ia membelinya dengan harga 50.000,- per pohon. Tiap harinya bapak tiga anak ini pun menghasilkan 20-30 botol per hari, tapi terkadang jika musim hujan mereka cuma mendapatkan 10 botol saja per hari dan kalau tidak laku akan di olah menjadi gula merah.

Baca Juga :  2017 Pekerja Dapat Sertifikasi Kerja

Pemanjat pohon siwalan  mulai di tinggalkan masyarakat karena berbagai alasan dan kurangnya keselamatan, tercatat cuma lima orang yang masih aktif memanjat pohon siwalan didaerah tersebut, padahal pada tahun 90an, ada puluhan pemanjat pohon siwalan. Generasi muda pun tidak banyak yang mau meneruskan karena memang butuh keahlian khusus untuk memanjatnya.

Untuk menjadikan minuman legen ini tidak punah dan bisa di nikmati anak cucu kita kelak, semoga ada pihak-pihak yang bisa mengembangkan teknologi dan  khususnya keselamatan pemanjat perlu di lindungi karena memang sudah banyak korban yang terjatuh dan bahkan sampai meninggal karena memang tinggi pohon siwalan berkisar antara 15-20 meter.  (Akmal/mg1/tik)

 

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:59 WIB

PENDIDIKAN

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:55 WIB

PENDIDIKAN

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:18 WIB

Muhammadiyah Gresik

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Senin, 31 Agu 2026 - 11:15 WIB