Munculnya KIG Sidayu Karena Lemahnya RDTRK

- Editorial Team

Rabu, 23 Juli 2014 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan Pengumuman Sosialisasi AMDAL KIG Sidayu di rencana lahan di desa Golokan Sidayu Gresik.

Papan Pengumuman Sosialisasi AMDAL KIG Sidayu di rencana lahan di desa Golokan Sidayu Gresik.

Papan Pengumuman Sosialisasi AMDAL KIG Sidayu di rencana lahan di desa Golokan Sidayu Gresik.
Papan Pengumuman Sosialisasi AMDAL KIG Sidayu di rencana lahan di desa Golokan Sidayu Gresik.

kabargresik_  Rencana pembangunan Kawasan Industri Gresik (KIG) Sidayu diduga memainkan lemahnya Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK). Karena itu, Komisi B DPRD Gresik berencana memanggil eksekutif dan menajemen KIG.

Rencana itu diungkapkan  anggota FPKB DPRD Gresik, HM Syafik AM kepada wartawan, Rabo (23/7). Menurutnya, dugaan memainkan  RDTRK tersebut, karena sampai saat ini konsepnya belum dibahas. Padahal, semestinya sudah ditetapkan sejak Perda RTRW ditetapkan 2011 lalu.

“Karena yang bisa dimainkan ya di RDTRK. Karena di situ bisa disesuaikan sesuai dengan kawasan yang diinginkan penguasa,” ungkap dia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini Pemkab Gresik hanya memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sedangkan, untuk RDTRK yang memperdetail RTRW belum juga diajukan Pemkab untuk dijadikan perda. Padahal, anggaran untuk pembuatan dokumen RDTRK sudah ada sejak tahun 2012.

Syafik AM mengaku memang awal tahun 2014 lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan mengajukan dokumen RDTRK untuk dijadikan Perda. Namun, aku dia, Bappeda membatalkannya dengan berbagai alasan.

Baca Juga :  How to Maintain Romantic Partnerships

“Saya tidak tahu kenapa Bappeda tidak jadi mengajukan RDTRK yang seharusnya tahun ini selesai,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, belum adanya perda tentang RDTRK ini memang menjadi peluang bagi penguasa untuk melakukan floting desa-desa dengan mengorbankan RTRW untuk menyesuaikan dengan para pengusaha rekanan. Sehingga, pembangunan KIG Sidayu ini juga ditengarai dilakukan dengan mengotak-atik RTRW.

“Tidak adanya RDTRK ini memang memungkinkan adanya permainan kawasan-kawasan dalam RTRW dalam pembangunan KIG Sidayu,” ungkap Syafik.

Padahal, Syafik menyebutkan, setiap tahun Bappeda ditarget empat kecamatan harus selesai. Sehingga, lanjut dia, kalau pembuatan dokumen itu dimulai pada 2012, maka saat ini sudah ada 12 kecamatan yang siap untuk diperdakan.

“Tetapi, nyatanya hingga saat ini, satupun belum ada RDTRK yang selesai dan diajukan untuk menjadi perda,” terangnya.

Baca Juga :  Kapal Pengangkut Semen Tenggelam Dipelabuhan

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya menduga kemoloran pengajuan RDTRK ini memang disengaja untuk menata lokasi-lokasi yang akan dijadikan tempat-tempat industri. Pasalnya, lanjut dia, kalau RDTRK selesai, maka penguasa tidak bisa seenaknya mengeluarkan izin IPR kepada KIG.

“Ini kayaknya memang disengaja, soalnya sudah berjalan tiga tahun, belum juga ada laporan kepada kami,” imbuh dia.

Menyikapi hal itu, anggota Komisi B DPRD Gresik. Abdul Qodir meminta Pemda bertindak tegas atas pengajuan proyek KIG. Kalau memang tidak sesuai dengan RTRW-nya maka harus dibatalkan. dan, pihaknya akan memanggilnya.

“Harus ada tindakan tegas dari Pemkab Gresik, kalau memang menyalahi aturan, Pemkab harus membatalkan hal ini,” terang dia.

Bupati Sambari Halim Radianto pernah menanggapi rencana KIG Sidayu pada satu kesempatan, bila pembangunan tersebut sesuai RTRW. “Tidak ada yang salah,” tukasnya. (sik)

 

editor: sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gressmall dan Aston Gresik Gelar Kurban Akbar, Enam Hewan untuk Warga Sekitar
JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik
Kurban Runner 1K Gresik, Ratusan Kambing Diarak Keliling Bandar Grisse
Kerja Sama Indonesia-Azerbaijan 2026 Fokus Vokasi
Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas
Geliat Rasa di Jantung Gresik: Icon Food City Ramaikan Mall, Peluk UMKM Lokal
Ketika Investasi Banjiri Gresik Utara: Warga Lokal Cuma Penonton?
Dirut BSI sebut pihaknya sedang siapkan kantor cabang di Jeddah
Berita ini 60 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:21 WIB

Gressmall dan Aston Gresik Gelar Kurban Akbar, Enam Hewan untuk Warga Sekitar

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:57 WIB

JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:33 WIB

Kurban Runner 1K Gresik, Ratusan Kambing Diarak Keliling Bandar Grisse

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:31 WIB

Kerja Sama Indonesia-Azerbaijan 2026 Fokus Vokasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:19 WIB

komunitas

KWGe Bagikan Daging Kurban ke Warga Gresik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:01 WIB