Pewarna Tumpah Siapa Yang Dusta

- Editorial Team

Jumat, 7 Februari 2020 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Informasi terkait Tumpahnya pewarna pupuk di selokan Kawasan Industri Gresik (KIG) pada Kamis (30/1/2020) lalu makin membingungkan warga, beberapa pihak malah saling melepas tanggung-jawab.

kabargresik.com pada Rabo (5/2/2020) kembali mengorek keterangan dari pihak PT. Petrokopindo Cipta Selaras (PCS). Dari Humas PT PCS didapat keterangan bahwa pewarna pupuk yang tumpah merupakan bahan yang akan dipakai untuk pewarnaan pupuk ZA dari PT Petrokimia Gresik.

“Pewarna itu sejatinya akan digunakan untuk pupuk ZA milik PT Petrokimia Gresik, dari tempat penyimpanan ke lokasi yang dekat dengan alat semprot pewarna sebelum dikemas.” Terang Yan Wenesa Humas PT PCS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yan juga mengaku kalau pihak PT PCS mendapat order dari PT Petrokimia Gresik untuk pewarnaan dan pengantongan pupuk bersubsidi.
“Biasanya kami kerjakan didalam pabrik, kalau tidak muat ya kita kerjakan di gudang KIG” jelas Yan.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan pihak PT Petrokimia Gresik. Melalui manager Humas PT Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan berdalih semua proses produksi sampai pengemasan pupuk bersubsidi ada dalam satu pabrik tanpa dilakukan pengerjaan di luar.

Baca Juga :  Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Baca Juga : Petrokimia Gresik Tak Tahu Menahu Perihal Pewarna Pupuk Tumpah

PT Petrokimia Gresik memastikan bahwa pewarna yang mengalir ke parit di Kawasan Industri Gresik bukan miliknya.

Kepada kabargresik.com Ihwan mengatakan bawah pihaknya tidak tahu menahu atas tumpahnya pewarna pupuk tersebut. “ndak tahu itu milik siapa silahkan tanya langsung ke PT PCS” ujar Ikhwan Singkat, Senin (03/2/2020).

Sepengetahuan Ihwan pewarna pupuk yang dimiliki PT Petrokimia berada di tempat penyimpanan yang berstandar ISO dan tidak mungkin berada diluar ruangan. “pewarna pupuk untuk bersubsidi selalu berada di gudang yang tertutup dan keamanannya terkontrol,” tegas Ihwan.

Ihwan juga mengatakan, proses produksi pupuk bersubsidi berada dalam satu proses tanpa putus dan semuanya dikerjakan oleh PT Petrokimia Gresik dan tidak di sub orderkan ke perusahaan manapun.

Sebelumnya ada 5 galon besar pewarna pupuk yang dikatakan oleh pihak PT Petrokopindo Cipta Selaras (PT PCS) tumpah di gudang miliknya di Kawasan Industri Gresik (KIG) pada 30 Januari 2020 lalu yang tumpahannya mengalir di parit warga dikawasan Gresik Kota Baru hingga Roomo Manyar.

Baca Juga :  Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Atas kejadian ini, Polres Gresik menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Saat ini pemeriksaan saksi cukup. Untuk proses selanjutnya, pihaknya menunggu hasil uji lab DLH terkait air sudah tercemar dengan cat pewarna pupuk itu.  “Hasil laboratorium keluar, langsung kami tindak lanjuti,”ujarnya seperti dikutip dari laman radarsurabaya.

Meski belum dipastikan limbah B3, namun hasil pemeriksaan sebelumnya alumnus akpol tahun 2013 itu memproleh fakta dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pekerja PT PCS. Terbukti drum berisi cat pupuk itu tumpah saat hendak dirapikan pekerja,

“Lalu tumpahan itu dengan sengaja dibuang atau dialirkan ke saluran ke sungai,” ungkapnya.  Atas dasar itu, pihaknya akan menjerat perusahaan dengan pasal 99 ayat 1 UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Dalam pasal itu disebutkan setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, atau kriteria baku kerusakan lingkungan terancam pidana.  “Pelakunya bisa dihukum tiga tahun penjara dan didenda Rp 3 miliar,” pungkasnya. (tim)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa
Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun
Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah
Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:50 WIB

Suara Dewan

Rp13,9 Miliar Digelontorkan, DPRD Gresik Awasi Jalan Bungah

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:37 WIB