Ponpes Ahlul Qur’an Muhammadiyah Pantenan, Panceng Gelar Wisuda Tahfidz Al-Quran III

- Editorial Team

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Girimu.com — Pondok Pesantren (Ponpes) Ahlul Qur’an Muhammadiyah Pantenan, Panceng, Gresik menggelar Wisuda Tahfidz Al-Quran III pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Perguruan Muhammadiyah Pantenan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pantenan, BPD, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pantenan, dewan guru Perguruan Muhammadiyah Pantenan, para wali santri, serta masyarakat sekitar.

Acara menghadirkan Dr Arfan Mu’ammar, MPdI, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Bidang Majelis Dikdasmen dan PNF sebagai pembicara utama. Sebelum memasuki acara inti, para tamu undangan disuguhi penampilan paduan suara Salawat dari santri Pondok Pesantren Ahlul Qur’an serta Musabaqah Syarhil Qur’an yang menambah semarak suasana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 24 santri dan santriwati mengikuti prosesi wisuda dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari 5 hingga 15 juz Al-Quran. Pada rangkaian acara, para wisudawan menampilkan hafalan Al-Quran melalui pembacaan ayat suci Al-Quran dan sesi sambung ayat. Antusiasme hadirin terlihat ketika banyak tamu undangan turut menguji hafalan para santri secara langsung.

Mewakili wali santri, Muhammad Ain menyampaikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian para santri yang telah menyelesaikan target hafalan Al-Quran. Ia mengaku seolah baru kemarin mengantarkan putranya menimba ilmu di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an. Menurutnya, ada dua kebanggaan yang dirasakan sebagai orang tua. Pertama, prestasi anak-anak yang mampu menghafal Al-Quran merupakan kebanggaan terbesar bagi keluarganya. Kedua, berdirinya pondok pesantren di tanah kelahirannya menjadi kebanggaan tersendiri, karena mampu menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qurani.

“Dulu saat saya masih kecil, menghafal Juz Amma saja terasa sangat berat. Karena itu, pencapaian anak-anak hari ini sungguh luar biasa,” ujarnya bangga.

Baca Juga :  Semangat Kurban Spemutu Gresik Membara di Hari Tasyrik

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyampaikan berbagai hal positif tentang Pondok Pesantren Ahlul Qur’an kepada masyarakat luas, karena pondok tersebut telah membuktikan diri sebagai lembaga yang mampu mencetak generasi penghafal Al-Quran.

Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Ahlul Qur’an sekaligus Ketua Panitia, Abdul Malik, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah memenuhi undangan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas yang disediakan masih sederhana. Menurutnya, keberadaan pondok pesantren saat ini merupakan bagian dari cita-cita para pendahulu yang mendirikan Perguruan Muhammadiyah Pantenan sebagai sarana pendidikan bagi generasi penerus.

Abdul Malik menjelaskan, bahwa pondok pesantren putra baru berjalan sekitar dua tahun. Pada tahun berikutnya, pengelola pondok berhasil mendirikan asrama putri sebagai bentuk pengembangan lembaga. Ia juga mengungkapkan, pembebasan lahan pondok yang nilainya hampir mencapai Rp 2 miliar merupakan hasil dukungan dan gotong royong masyarakat.

“Semua ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pondok pesantren,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia berpesan agar para wisudawan tidak berhenti sampai di titik ini, melainkan terus melanjutkan hafalan hingga mencapai 30 juz. Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya dalam murojaah atau mengulang hafalan Al-Quran di rumah.

Kepala Desa Pantenan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus pondok pesantren yang telah mengundang Pemerintah Desa dan perangkatnya dalam kegiatan tersebut. Ia mengucapkan ‘selamat dan sukses’ kepada seluruh santri yang diwisuda atas capaian hafalan Al-Quran yang telah diraih. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi santri, tetapi juga menjadi keberkahan bagi kedua orang tua.

Baca Juga :  Tiga Misi Satu Tujuan: Mengupas Lima Pilar Unggulan Lazismu Gresik

“Kehormatan terbesar bagi orang tua adalah ketika anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran. Insya Allah mereka akan menjadi sebab kemuliaan bagi kedua orang tuanya,” tuturnya seraya berpesan agar para wisudawan senantiasa menjadi anak yang baik kepada siapa saja dan di mana saja berada.

Setelah prosesi wisuda selesai, acara dilanjutkan dengan kajian agama yang disampaikan oleh Dr Arfan Mu’ammar, MPdI. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan, bahwa orang-orang yang diberi kesempatan untuk memelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran merupakan golongan yang sangat beruntung. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hafalan dengan terus murojaah, serta menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Kegiatan Wisuda Tahfidz III Pondok Pesantren Ahlul Qur’an Muhammadiyah Pantenan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama seluruh wisudawan, wali santri, serta tamu undangan. Suasana haru dan kebanggaan tampak menyelimuti acara yang menjadi bukti nyata komitmen pondok pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Usai acara, suasana haru semakin terasa ketika para wali santri menghampiri para ustadz dan ustadzah untuk menyampaikan terima kasih atas kesabaran, bimbingan, dan pendampingan yang telah diberikan selama proses pendidikan di pondok pesantren. Banyak wali santri yang berpelukan dengan para ustadz dan ustadzah sebagai ungkapan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam atas perjuangan mereka dalam membina para santri. (*)


Post Views: 36

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spemupat Isi Akhir Semester dengan Literasi Kreatif
Gelar Karya STEM SD Almadany Pungkasi Tahun Ajaran 2025/2026
SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo Luluskan Angkatan I
Hilmi Hafal 6,5 Juz, Harumkan Lamongan di Spemutu
Ratusan Mahasiswa UMG Belajar dan Praktik Lelang dalam DJKN Goes to Campus
Kenalkan Makanan Sehat Bergizi, MIISMO Ajak Siswanya Manfaatkan Singkong
MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera
Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:23 WIB

Ponpes Ahlul Qur’an Muhammadiyah Pantenan, Panceng Gelar Wisuda Tahfidz Al-Quran III

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:22 WIB

Spemupat Isi Akhir Semester dengan Literasi Kreatif

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:21 WIB

Gelar Karya STEM SD Almadany Pungkasi Tahun Ajaran 2025/2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:18 WIB

Hilmi Hafal 6,5 Juz, Harumkan Lamongan di Spemutu

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:17 WIB

Ratusan Mahasiswa UMG Belajar dan Praktik Lelang dalam DJKN Goes to Campus

Berita Terbaru

komunitas

Teater KWGe Akan Guncang Festival Tumpeng Nasi Krawu Rekor MURI

Sabtu, 20 Jun 2026 - 21:17 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spemupat Isi Akhir Semester dengan Literasi Kreatif

Sabtu, 20 Jun 2026 - 16:22 WIB

artikel

Ketika Privasi Berujung pada Jerat Hukum Pornografi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 12:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Gelar Karya STEM SD Almadany Pungkasi Tahun Ajaran 2025/2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:21 WIB