Warga Muhammadiyah Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mulai mempersiapkan pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Srembi. Persiapan itu dibahas dalam silaturahmi sekaligus rapat yang digelar di kediaman pengusaha konveksi Kusmono, Kavling 7 Nomor 19 Srembi, Ahad (21/6/2026) malam.
Sebanyak 18 kader Muhammadiyah hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka membahas langkah awal pembentukan ranting sebagai upaya memperkuat dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ainul Muttaqin, serta perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Sugeng Santoso.
Ketua panitia persiapan pembentukan ranting, Ikhwan Thohari, mengatakan pembentukan PRM Srembi menjadi kebutuhan organisasi. Menurutnya, jumlah warga Muhammadiyah di kawasan Srembi terus berkembang.
Selain itu, pembangunan dan pengembangan Masjid Al Bisri di kawasan Perumahan CitraLand Gresik Kota juga menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di lingkungan setempat.
“Keberadaan ranting nantinya diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan jamaah sekaligus pusat kegiatan dakwah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Ikhwan.
Dalam pengajian iftitah, Sugeng Santoso mengingatkan pentingnya organisasi sebagai sarana dakwah amar makruf nahi mungkar. Ia mengutip Surah Ali Imran ayat 104 sebagai salah satu landasan gerakan Muhammadiyah.
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung,” ucap Sugeng.
Menurut Sugeng, ayat tersebut menjadi salah satu inspirasi KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah. Ia menegaskan, dakwah tidak cukup berjalan secara individual, tetapi perlu dikelola melalui organisasi agar memberi manfaat lebih luas bagi umat.
Sementara itu, Ainul Muttaqin memberikan arahan mengenai langkah strategis pembentukan ranting. Ia menekankan pentingnya keberadaan amal usaha Muhammadiyah (AUM), baik berupa kegiatan dakwah maupun sarana fisik yang dapat menjadi pusat aktivitas warga.
“Insyaallah Masjid Al Bisri dapat menjadi amal usaha yang dimakmurkan melalui kegiatan jamaah secara rutin,” tuturnya.
Ainul juga mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program itu dapat berupa bimbingan belajar gratis, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga kegiatan ekonomi produktif yang memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.
Dalam forum tersebut, Ikhwan menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pendataan warga Muhammadiyah. Panitia juga akan mengumpulkan fotokopi KTP sebagai salah satu persyaratan administrasi pembentukan ranting.
Ikhwan menargetkan proses pengumpulan data selesai pada akhir Juni 2026. Setelah itu, panitia akan menyusun struktur kepanitiaan dan menyiapkan agenda musyawarah pembentukan ranting.
Suasana diskusi yang akrab menunjukkan antusiasme warga Muhammadiyah Srembi untuk menghadirkan ranting yang aktif dan produktif. Para kader yang hadir menyatakan komitmen untuk memperkuat dakwah, membangun jamaah, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui ikhtiar tersebut, warga Muhammadiyah Srembi berharap PRM Srembi segera terbentuk. Ranting ini diharapkan menjadi pusat gerakan dakwah yang mencerahkan sekaligus melanjutkan semangat Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam berkemajuan di tengah masyarakat.
Post Views: 62












