Solar Nelayan Menghilang, Warga Antri Di SPBU Umum

- Editorial Team

Kamis, 28 September 2017 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Kabargresik.com – Hampir seminggu ratusan nelayan Campurejo Panceng mengalami kelangkaan solar, bahkan, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) khusus TPI Campurejo kehabisan. Alhasil, nelayan terpaksa membeli solar di SPBU umum.

Dari pantauan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang biasa menyediakan solar bagi nelayan sekitar TPI Campurejo tampak lengang dan tidak ada aktivitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak adanya pasokan di SPBU TPI Campurejo, nelayan lantas memilih membeli di SPBU umum.

Baca Juga :  TikTok Hadapi Ancaman Larangan di AS, Elon Musk Pertimbangkan Akuisisi

Terkait kelangkaan solar yang terjadi di Campurejo, beberapa nelayan mengaku terpaksa membeli solar sebagai bahan baku perahu hingga ke Kabupaten Lamongan.

“Sejak pagi antri di pom sini, karena di TPI solar habis,” kata Mat salah satu nelayan. Kamis (28/09).

dari pantauan kabargresik.com SPBU khusus nelayan saat ini tidak ada aktifitas, petugas pengisian pun tidak tampak di lokasi. sehingga kelangkaan ini belum bisa dikonfirmasikan kepada pihak SPBU Nelayan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) TPI Campurejo, Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik, Rofiq membenarkan jika memang beberapa hari ini nelayan Campurejo Panceng tidak bisa melaut diakibatkan langkahnya solar.

Baca Juga :  Kadishub Gresik Hentikan Sementara Pengurukan PT Orela Shipyard Usai Protes Warga Delegan

“Ya memang beberapa hari ini nelayan Campurejo tidak melaut karena solar yang ada di area TPI Campurejo kehabisan,” ujarnya.

Untuk solusi agar nelayan bisa melaut, Rofiq mengatakan nelayan terpaksa membeli solar di SPBU umum. “Ya, nelayan terpaksa beli solar di SPBU umum,” Jelas dia. (Akmal/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 34 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB