​Ijtihad di Kota Industri: Menakar Arah Baru dan Peran Muhammadiyah Gresik

- Editorial Team

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Ahad, 25​ Januari 2026 di sebuah aula kebanggaan PDM Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) yang suhunya terjaga ketat, kepulan asap kopi dan aroma kertas baru bertemu dengan deru mesin industri yang mengepung Gresik dari segala penjuru.

Pagi itu, wajah-wajah serius para pimpinan dan kader Muhammadiyah Gresik berkumpul. Mereka bukan hendak membahas fikih klasik yang berdebu, melainkan sedang merajut peta jalan (road map) untuk sebuah organisasi yang usianya jauh lebih tua dari republik ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDM Gresik kali ini bukan sekadar seremoni penggugur kewajiban organisasi. Di tengah lanskap Gresik yang berubah dari kota santri menjadi raksasa industri Muhammadiyah sedang diuji: sejauh mana kredo Islam Berkemajuan bisa selaras dengan deru investasi dan marginalisasi sosial di akar rumput.

​Bukan Sekadar Papan Nama
​Keberadaan Muhammadiyah di Gresik bisa dibilang lumayan besar. Sekolah, rumah sakit, pesantren, kampus, hingga panti asuhan berdiri kokoh dengan papan nama cat biru-putih yang khas.

Namun, dalam “diskusi pinggiran” yang berkembang di sela-sela raker, ada kegelisahan yang menyelinap. Para peserta sadar, bahwa kejayaan infrastruktur fisik tidak boleh melupakan “ruh” gerakan.

Baca Juga :  Everybody is A Journalist - Girimu

​Jika dulu Muhammadiyah dikenal karena ijtihad pendidikannya, kini tantangannya adalah bagaimana amal usaha tersebut tidak terjebak dalam birokrasi yang kaku. Rakerda ini menjadi momentum untuk melakukan otokritik. Ada upaya nyata dari para pimpinan untuk menggeser paradigma dari sekadar “menjaga aset” menjadi “menggerakkan manfaat.” Dan, ijtihad ekonomi menjadi hal yang diseriusi untuk mengoptimalkan peran persyarikatan di masyarakat.

Menyentuh Sektor Riil
​Salah satu sorotan menarik dalam perhelatan ini adalah keberanian PDM Gresik untuk mulai melirik sektor ekonomi riil secara lebih agresif. Di kota di mana cerobong asap sejumlah pabrik menjadi pemandangan harian, Muhammadiyah mencoba masuk ke celah-celah pemberdayaan ekonomi umat yang lebih membumi.

Ini adalah politik dakwah yang cerdas. Muhammadiyah tidak lagi hanya bicara tentang cara salat yang benar, tapi juga tentang bagaimana memastikan jamaahnya punya kedaulatan pangan dan akses ekonomi yang adil. Rakerda ini mencatat “ambisi-ambisi” itu dalam poin-poin program kerja yang progresif, meski tentu saja, ujian sesungguhnya ada pada eksekusi, bukan pada diksi di atas kertas.

Oksigen Baru untuk Kaderisasi
​Di sudut lain ruangan, nampak wajah-wajah muda dari jajaran Ortom (Organisasi Otonom) dan Unsur Pembantu Pimpinan ( UPP) PDM yang dipenuhi para generasi muda muhammadiyah. Kehadiran mereka adalah oksigen bagi organisasi yang terkadang rentan mengalami penuaan dini secara ideologis. Rakerda ini nampak memberikan ruang bagi regenerasi, meskipun gesekan antara semangat puritan angkatan tua dan progresivitas angkatan muda tetap menjadi bumbu yang tak terhindarkan.

Baca Juga :  Indahnya MPLS Hari Pertama SD Al Islam Morowudi bersama Ayah

Namun, di situlah letak kekuatannya. Muhammadiyah Gresik menunjukkan, bahwa perbedaan pendapat dalam sebuah rapat adalah “laboratorium” akal sehat. Tidak ada instruksi buta; yang ada adalah adu argumentasi demi kemaslahatan.

Epilog
​Ketika palu sidang diketuk menandai berakhirnya raker, para peserta keluar ruangan dengan membawa tumpukan berkas. Namun, yang lebih penting dari berkas itu adalah beban moral untuk membuktikan, bahwa Muhammadiyah Gresik tetap menjadi suluh peradaban di tengah redupnya nilai-nilai kemanusiaan akibat gesekan industrialisasi.

Gresik bukan hanya butuh gedung beton baru, tetapi juga perlu gerakan yang mampu menyentuh sisi paling sunyi dari kemiskinan dan ketidakadilan. Dan, Rakerda ini, setidaknya telah meletakkan fondasi harapan baru untuk mengembangkan peran konkret untuk kemaslahatan danpergerakan persyarikatan. (*)

Penulis: M. Islahuddin, Kader Muda Muhammadiyah Gresik.


Post Views: 4

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru