GIRIMU.COM – Belajar sejarah tak melulu di kelas. Siswa SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) memilih memahami jejak Islam di Gresik secara langsung melalui kunjungan edukatif ke Museum Sunan Giri pada Kamis, 9 April 2026, sebagai bagian kegiatan kokurikuler rumpun ilmu sosial.
Kegiatan ini didampingi fasilitator IPS, Erna, dengan tujuan memperdalam pemahaman siswa tentang sejarah serta peran tokoh penyebar Islam di Gresik, khususnya Sunan Giri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan fokus kajian berbeda. Ada yang meneliti silsilah keluarga Sunan Giri, mengkaji benda-benda peninggalan bersejarah, hingga mempelajari metode dakwah yang digunakan dalam penyebaran Islam.
Kedatangan siswa disambut hangat oleh pemandu museum yang memberikan penjelasan interaktif. Siswa diajak berkeliling melihat berbagai koleksi bersejarah, seperti Al-Qur’an tulisan tangan, pelana kuda, keris, hingga corong menara suling yang memiliki nilai historis tinggi.
Tak hanya itu, siswa juga menyaksikan film dokumenter tentang penyebaran Islam di Gresik. Dari tayangan tersebut, mereka mengetahui bahwa sebelum Islam berkembang, wilayah Gresik telah dipengaruhi agama lain, dibuktikan dengan ditemukannya arca Buddha yang menunjukkan keberagaman kepercayaan pada masa lalu.
Melalui sesi pembelajaran, siswa diajak memahami strategi dakwah Sunan Giri yang dilakukan secara bijaksana, seperti mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan, memanfaatkan seni wayang, serta menggunakan kidung Jawa untuk menarik minat masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif, mengingat Gresik kala itu merupakan kota pelabuhan dengan interaksi budaya yang tinggi.
Di akhir kegiatan, Erna menyampaikan apresiasi kepada pihak museum.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak museum yang telah menerima dan memfasilitasi anak-anak dengan sangat baik. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta pengalaman belajar siswa secara langsung,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenangan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin menghargai sejarah, memahami proses masuknya Islam secara damai, serta meneladani semangat dakwah penuh kearifan dari para tokoh terdahulu.
Post Views: 18












