GRESIK, kabargresik.com — Transparansi harta kekayaan pejabat publik menjadi salah satu instrumen penting untuk memantau integritas aparatur negara. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, sejumlah pejabat eselon 2 tercatat memiliki kekayaan hingga puluhan miliar rupiah.
Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi memperlihatkan, mayoritas kekayaan pejabat tersebut bertumpu pada aset properti berupa tanah dan bangunan.
Dari daftar yang dihimpun redaksi, nilai kekayaan pejabat eselon 2 Pemkab Gresik berada di kisaran Rp2,57 miliar hingga Rp20,08 miliar. Berikut 10 pejabat eselon 2 Gresik dengan kekayaan terbesar berdasarkan data LHKPN terbaru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Mokhammad Najikh, Sekretaris DPRD Gresik
Mokhammad Najikh menempati posisi pertama dengan total kekayaan bersih Rp20.084.157.289.
Aset properti menjadi penopang utama kekayaannya. Ia mencatatkan 7 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Gresik dengan total nilai Rp18,95 miliar.
Salah satu aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan seluas 336 meter persegi/700 meter persegi dengan nilai Rp5,5 miliar.
2. Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik
Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Mukhibatul Khusnah, menempati posisi kedua dengan total kekayaan Rp10.196.224.342.
Ia memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp9,09 miliar. Seluruh properti itu berada di Gresik.
Dari 6 bidang properti yang tercatat, aset dengan nilai tertinggi berupa tanah dan bangunan seluas 185 meter persegi/185 meter persegi senilai Rp3,52 miliar.
3. Abu Hassan, Kepala Dinas PMD Gresik
Abu Hassan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gresik, melaporkan total harta Rp9.680.584.407.
Harta Abu Hassan banyak tersimpan dalam bentuk properti. Ia memiliki 6 bidang tanah dan bangunan di Gresik dengan taksiran nilai total Rp9,09 miliar.
4. Agustin Halomoan Sinaga, Kepala Satpol PP Gresik
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, mencatatkan kekayaan bersih Rp6.413.000.000.
Ia memiliki 9 bidang tanah dan bangunan yang seluruhnya berada di Kabupaten Gresik. Total nilai aset properti tersebut mencapai Rp5,38 miliar.
5. Achmad Hadi, Inspektur Daerah Gresik
Inspektur Daerah Gresik, Achmad Hadi, memiliki total kekayaan Rp4.914.698.560.
Ia menyebar asetnya dalam 6 bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Gresik dan Malang. Total nilai properti tersebut mencapai Rp3,84 miliar.
Selain properti, Achmad Hadi juga memiliki kendaraan dengan nilai total Rp600 juta. Beberapa kendaraan yang tercatat antara lain Honda CR-V dan Toyota Yaris.
6. Sri Subaidah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Sri Subaidah, melaporkan total kekayaan Rp3.505.488.793.
Aset propertinya terdiri atas 6 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Total nilai aset tersebut mencapai Rp3,2 miliar.
7. Nanang Setiawan, Kepala Bakesbangpol Gresik
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Gresik, Nanang Setiawan, mencatatkan kekayaan bersih Rp3.426.000.000.
Ia memiliki 6 bidang tanah dan bangunan di Gresik dan Kota Bandung dengan total nilai Rp2,76 miliar.
Selain itu, Nanang juga melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp385,5 juta.
8. Titik Ernawati, Kepala Dinas KBPPPA Gresik
Titik Ernawati, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gresik, memiliki total kekayaan Rp3.158.406.000.
Ia mencatatkan 10 aset tanah dan bangunan di wilayah Gresik dengan total nilai Rp3,11 miliar.
Sementara itu Titik juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp600 juta.
9. Andhy Hendro Wijaya, Kepala BPPKAD Gresik
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Gresik, Andhy Hendro Wijaya, melaporkan harta kekayaan bersih Rp2.683.581.404.
Portofolio asetnya didominasi 2 bidang tanah di Mojokerto dan Gresik dengan nilai total Rp2,7 miliar.
Oleh karenanya Andhy juga memiliki 6 unit kendaraan bermotor dengan total nilai Rp698,7 juta. Kendaraan itu antara lain Toyota Yaris, minibus, dan Vespa Primavera.
10. Nuri Mardiana, Asisten Administrasi Umum
Nuri Mardiana melengkapi daftar 10 besar pejabat eselon 2 Gresik terkaya dengan total aset Rp2.578.826.543.
Aset utamanya berupa 3 bidang tanah dan bangunan di Gresik dan Blitar dengan total nilai Rp1,27 miliar.
Dibandingkan pejabat lain dalam daftar ini, Nuri memiliki kas dan setara kas yang cukup menonjol, yakni Rp786,5 juta. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp341 juta.
Dari daftar tersebut, aset tanah dan bangunan menjadi komponen paling dominan dalam kekayaan pejabat eselon 2 Pemkab Gresik. Nilai properti yang besar membuat sektor ini menjadi penopang utama harta kekayaan mereka.
Catatan Redaksi: Data dalam artikel ini dihimpun dari dokumen pengumuman LHKPN resmi dengan periodik pelaporan tahun 2024 dan 2025. Data LHKPN merupakan laporan harta kekayaan pejabat publik dan tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum.











