Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan

- Editorial Team

Selasa, 29 September 2026 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Petrokimia Gresik mengembangkan Gerakan Masyarakat Budidaya Ayam dan Ikan Lele Asri (GEMBALA) Lestari Bumi di delapan kelurahan/desa sekitar perusahaan. Program senilai sekitar Rp102 juta ini mengintegrasikan budidaya ayam petelur, maggot, ikan lele, tanaman, dan pengelolaan limbah organik untuk mendukung ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat.

Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia tersebut menandai implementasi program melalui penyerahan bantuan secara simbolis di Kelurahan Kroman beberapa waktu lalu.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, mengatakan seluruh bantuan GEMBALA telah didistribusikan kepada delapan kelurahan/desa penerima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program GEMBALA kami rancang bukan sekadar memberikan sarana budidaya, tetapi membangun ekosistem yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka potensi pendapatan,” ujar Nuril.

Dukungan Petrokimia Gresik meliputi kandang ayam petelur, kandang maggot, kolam ikan dan hidroponik, biopori, planter bag untuk budidaya cabai dan tomat. Perusahaan juga memberikan dukungan operasional sebesar Rp2,5 juta untuk masing-masing kelurahan/desa penerima.

Baca Juga :  Spekulan Tanah Pelabuhan Gentayangan, Sambari Warning Kades

Selain bantuan sarana, pengelola mendapatkan pelatihan, mentoring, dan pendampingan agar mampu menjalankan program secara mandiri.

Pada tahap awal, setiap pengelola mendapatkan 12 ekor ayam petelur. Jumlah tersebut berpeluang meningkat menjadi 24 ekor berdasarkan hasil penilaian.

Dengan 12 ekor ayam petelur, produksi telur diperkirakan mencapai 220–290 butir per tahun. Program tersebut juga memiliki potensi tambahan pendapatan sekitar Rp489 ribu hingga Rp1 juta per bulan, bergantung pada produktivitas dan pengelolaan masing-masing lokasi.

“Pemberdayaan dapat dimulai dari skala sederhana. Yang terpenting adalah masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri,” jelas Nuril.

Konsep ekonomi sirkular dalam GEMBALA juga diterapkan melalui pengolahan sekitar 50 kilogram limbah organik per bulan dengan bantuan Petro Gladiator. Program ini sekaligus mengembangkan sekitar 500 gram maggot yang dimanfaatkan dalam ekosistem budidaya.

Baca Juga :  Seragam Gratis Guncang Pasar Seragam Gresik

Pengelolaan limbah tersebut kemudian diintegrasikan dengan budidaya ayam, ikan lele, dan tanaman. Dengan pola tersebut, sumber daya dapat dimanfaatkan kembali secara lebih efisien dan memiliki nilai tambah.

Ke depan, sejumlah lokasi GEMBALA direncanakan berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak TK dan SD. Mereka dapat mengenal praktik budidaya, pengelolaan lingkungan, dan konsep ekonomi sirkular sejak dini.

Pengembangan fungsi edukasi tersebut juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui kegiatan kunjungan atau study tour.

Petrokimia Gresik akan terus memberikan pendampingan agar program berkembang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“GEMBALA kami harapkan dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan dengan prinsip ekonomi sirkular. Dari limbah kita olah, dari lahan yang tersedia kita hasilkan pangan, dan dari proses tersebut kita ciptakan peluang ekonomi. Pada akhirnya, masyarakat diharapkan semakin mandiri dan mampu mengembangkan manfaat program secara berkelanjutan,” pungkas Nuril.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:37 WIB

Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Selasa, 8 September 2026 - 14:39 WIB

Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Berita Terbaru

BISNIS

Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:37 WIB

Olahraga

Petrokimia Gresik Raih JATIM SPORT1V 2026

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:28 WIB

Suara Dewan

DPRD Gresik Dorong Warga Dukun Pahami Aturan Pemakaman

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:27 WIB