Baru 25 Petani Tambak Yang Tersertifikasi

- Editorial Team

Jumat, 2 Desember 2011 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baru 25 petambak di Gresik yang mendapat sertifikat cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Budidaya. Sertifikat ini mengacu pada standar Uni Eropa.
 
Proses sertifikasi petambak di Gresik sendiri berlangsung sejak 2009 namun tidak banyak petambak Gresik yang mampu memenuhi standar pengolahan budidaya ikan. Gresik mempunyai 17 ribu lebih pemilik tambak yang terbentang dari 15 kecamatan.
Susahnya mendapatkan sertifikat CBIB dikerenakan ketatnya standar yang ditetapkan. Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Kelautan perikanan dan peternakan Pemkab Gresik  Samsul Arifin mengatakan, kalau petambak di gresik masih kurang memperhatikan standar pengolahan tambak. “masih banyaknya petambak yang menggunakan antibiotik di tambak serta masih sering ditemukannya logam berat pada ikan,” jelas Samsul.(jum’at/02/12)
Selain perilaku petambaknya sendiri yang kurang mau pemperhatikan pola standar budidaya, lahan di gresik sendiri kini keadaannya rusak berat. Kadar reduksi oksidasi rata – rata diatas 100, bahkan ada yang mencapai 350. Selain itu kandungan oksigen dalam tanah juga berkurang.
Problem sertifikasi petambak ternyata tidak hanya pada cara mendapatkannya. Setelah mempunyai sertifikat CBIB juga bingung, sebab sertifikat itu ternyata tidak banyak mendukung hasil perikanan terutama secara ekonomis.
“mereka yang punya sertifikat juga susah, mau digunakan untuk apa, sebab para pengepul ikan juga tidak membutuhkan sertifikat  pembudidaya,” jelas Samsul.
Namun Dinas kelautan perikanan dan peternakan Pemda Gresik mempunyai kebijaksanaan lain, bagi mereka yang mempunyai sertifikat CBIB akan mendapatkan perioritas program dari pemerintah, seperti, pelatihan, pembinaan ekonomi dan pemasaran serta pinjaman lunak program.
Petambak asal desa Raci Tengah, Hafid mengaku memang secara ekonomis langsung sertifikat yang dipunyai masih belum banyak manfaat, namun pihaknya selalu diuntungkan dengan adanya sertifikat CBIB dengan banyaknya program pembinaan dari pemerintah baik pusat maupun daerah yang didapatkan, “untungnya hanya kalau ada program pemberdayaan maupun kredit lunak dari pemerintah, kita yang didahulukan,” ujar Hafid.
Hafid berharap kepada pemerintah untuk menekan para pengepul ikan untuk memberi harga selisih kepada ikan yang dikelolah dengan bersertifikat supaya  tidak mubazir. (tik)
Baca Juga :  Dishub Gresik Siapkan Penjemputan Santri Libur Ramadan 2025
Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler
Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah
GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung
Pejabat Eselon 2 Gresik Terkaya, Hartanya Capai Rp20 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:50 WIB

Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:53 WIB

Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:39 WIB

Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:53 WIB