Rebowekasan Suci Meriah, Warga Arak 25 Tumpeng

- Editorial Team

Selasa, 19 Agustus 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Gresik – Tradisi Rebowekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, berlangsung meriah. Sebanyak 25 tumpeng diarak sejauh satu kilometer dari Balai Desa menuju Masjid Mambaut Thoat yang berada di dekat Sendang Sono, peninggalan Sunan Giri.

Ribuan warga ikut menyemarakkan arakan. Ada yang mengusung tumpeng dengan penuh semangat, sementara lainnya sibuk merekam jalannya kirab menggunakan ponsel. Tradisi yang hanya digelar setahun sekali ini selalu ditunggu masyarakat.

Kepala Desa Suci, Ahmad Rizal, mengatakan Rebowekasan bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan.
“Selain doa bersama, ada kirab tumpeng agung, selamatan desa, sholawat, hingga gebyar UMKM dan pasar malam. Semua kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan menumbuhkan semangat masyarakat,” ujarnya.

Camat Manyar, Hendriawan Susilo, memberi apresiasi atas kemeriahan tradisi tahun ini. Menurutnya, Rebowekasan memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan Islam di Gresik.
“Ke depan saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan. Tradisi ini tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM,” jelasnya.

Hendriawan menambahkan, proses untuk menjadikan Rebowekasan Desa Suci sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tengah berjalan.
“Kita tidak ingin budaya ini diambil alih daerah lain. Seperti halnya di Manyar sudah ada dua tradisi masuk WBTB, yakni makam Siti Fatimah binti Maimun di Desa Leran dan kolak ayam sanggring di Desa Gumeno. Kita dorong agar Rebowekasan Desa Suci bisa menyusul,” katanya.

Baca Juga :  Pawai Obor dan Takbir Keliling di Gresik Semarak Sambut Idul Fitri 1446 H

Anggota DPRD Gresik, Khoirul Huda, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya desa.
“Rebowekasan Suci sudah menjadi agenda tahunan. Saya berharap anak-anak muda memahami nilai budaya ini dan bisa melanjutkannya. Apalagi kirab tumpeng baru ada di masa kepemimpinan Pak Rizal. Semoga ke depan kepala desa selanjutnya bisa tetap melanjutkan tradisi ini,” bebernya.

Selain nilai budaya, Rebowekasan juga membawa berkah ekonomi. Selama tiga hari perayaan, deretan pedagang UMKM memadati sepanjang Jalan Kyai Haji Syafi’i dengan aneka kuliner khas, kerajinan, hingga produk lokal.
“Semoga kegiatan ini semakin mendongkrak UMKM lokal dan memberikan kesejahteraan bagi warga Desa Suci,” pungkas Rizal.

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas
Unair Latih Kesiapsiagaan Darurat di Wagos
Festival Layang-Layang Gresik Tetap Meriah di Tengah Hujan
Tambo Girisik, Hikayat Sunan Giri dalam Cerpen
Sapa Sastra Gresik Hidupkan Kembali Tradisi Kepenulisan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas

Minggu, 2 November 2025 - 21:50 WIB

Unair Latih Kesiapsiagaan Darurat di Wagos

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:50 WIB

Suara Dewan

Rp13,9 Miliar Digelontorkan, DPRD Gresik Awasi Jalan Bungah

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:37 WIB