Menu

Mode Gelap
Nelayan Campurejo Meradang BBM Untuk Nelayan Selalu Kosong Gresik Futsal Championship 2022 Akhirnya Digelar Eko Budi Leksono Rektor UMG Meninggal Agar BUMD Gresik Tidak Merugi, Ini Solusinya Pemuda Bedanten Tagih Janji Ring 1 KEK

PEMERINTAHAN · 29 Des 2021 14:16 WIB ·

Target Pendapatan BPPKAD Gresik Bleset 15 Persen


 Target Pendapatan BPPKAD Gresik Bleset 15 Persen Perbesar

Pandemi Covid-19 membuat pendapatan Pemkab Gresik tidak memenuhi target, capaian pendapatan di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Gresik oadavtahun 2021 tercapai hanya 85%.

Tercatat hingga 28 Desember, jelang tutup tahun 2021, capaian pendapatan di BPPKAD tembus 85 persen. Atau dari target sebesar Rp 835 miliar, tercapai Rp 714 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPPKAD Pemkab Gresik, Nuri Mardiana saat ngobrol santai dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG), di ruang rapat Kantor BPPKAD Gresik, Rabu (29/12/2021).

Nuri Mardiana lantas merinci sejumlah sektor pendapatan yang menjadi tanggungjawab BPPKAD Gresik.

Sektor pajak perhotelan. Dari target tahun 2021 sebesar Rp 10 miliar, tercapai 7,9 miliar atau 79 persen. Pajak restoran, dari target Rp 26 miliar, tercapai Rp 20 miliar, atau 77 persen.

Kemudian, pajak hiburan, dari target Rp 1 miliar, tercapai Rp 407 juta atau 40 persen. Pajak reklame, dari target Rp 5 miliar, tercapai Rp 3,8 miliar, atau 76 persen.

“Untuk pajak penerangan jalan, dari target Rp 225 miliar, tercapai Rp 223 miliar atau 99 persen,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Nuri, untuk pajak parkir dari target Rp 6 miliar, tercapai Rp 4,2 miliar atau 70 persen. Pajak air tanah, dari target Rp 1,2 miliar, tercapai Rp 1,3 miliar atau 108 miliar. Pajak mineral bukan logam dan batuan, dari target Rp 4,8 miliar, tercapai Rp 2,1 miliar atau 45 persen.

Adapun untuk pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB2P), dari target Rp 130 miliar, tercapai Rp 131 miliar atau 101 persen.

“Sementara untuk target bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dari target Rp 426 miliar, tercapai Rp 319 miliar atau 75 persen,” bebernya.

Nuri mengakui kondisi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh besar terhadap capaian sektor pendapatan, lantaran terjadinya pelemahan ekonomi.

“Karenanya, ada sejumlah sektor pendapatan yang targetnya tak terpenuhi,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris BPPKAD Gresik Herawan Eka Kusuma menyebutkan sejumlah kendala tak tercapainya target sejumlah sektor pendapatan karena dampak pandemi Covid-19.

Ia lantas mencontohkan, pajak hiburan. Pandemi covid mengakibatkan hiburan tak buka beberapa bulan, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan.

Hal serupa terjadi pada pajak perhotelan. Dampak pendemi membuat okupansi tamu hotel turun. Bahkan, hotel tak ada tamu sehingga pendapatan tak memenuhi target.

“Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir, sehingga perekonomian kembali pulih. Tentunya akan berdampak positif pada pendapatan,” pungkas Kepala Bidang Anggaran di BPPKAD. (Tik)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Gresik Siapkan 28 M Untuk Kurangi Dampak Inflasi

8 September 2022 - 19:37 WIB

Nelayan Campurejo Menagih Janji PT Gresik Migas

7 September 2022 - 17:33 WIB

Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir Di Bedanten

15 Agustus 2022 - 12:18 WIB

Sinergitas KWG AKD Wujudkan Desa Mandiri

9 Agustus 2022 - 04:59 WIB

Takut Terseret Hukum Ramai-ramai Cabut Pungutan 17an

5 Agustus 2022 - 09:15 WIB

Gaduh Dana 17an Kecamatan Panceng

4 Agustus 2022 - 23:48 WIB

Trending di PEMERINTAHAN