Festival Pencak Macan Cegah Hilangnya Tradisi

- Editorial Team

Sabtu, 26 Oktober 2013 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabargresik_ Tidak ingin Seni Tradisi Pencak Macan raib dari perkembangan zaman, Paguyuban Seni Tradisi Pencak Macan, Kelurahan Lumpur Gresik menggelar Festival pada Jum’at hingga Sabtu (25-26/10/2013). Paguyuban Seni Tradisi Pencak Macan bersama Karang Taruna Kelurahan Lumpur ini menjaring anak-anak sebagai peserta lomba.

Kegiatan perlombaan Seni Tradisi Pencak Macan yang digelar di depan halaman Balai Kambang sejak pukul 19.30 WIB sudah dikerubung oleh warga, suara kendang dan genong menyita perhatian ratusan warga untuk melihat salah satu kesenian warisan leluhur yang biasanya dilaksanakan sebagai pengiring arak-arakan pengantin itu.

Baca Juga :  Berdalih Tidak Cukup Bukti AHS Dilepas

Menariknya hampir semua peserta dalam perlombaan itu adalah anak-anak. Dari keterangan panitia pelaksana kegiatan, terdapat 11 kelompok peserta “11 kelompok peserta yang mendaftar, semuanya adalah anak-anak, namun kami batasi maksimal kelas enam sekolah dasar” Kata Mail.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perlombaan secara berkelompok itu, ada yang menjadi sosok Pendekar, Siluman Macan, Siluman Kera dan Genderuwo. Masing-masing kelompok beradu permainan terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa tropi dan piagam.

Baca Juga :  Peringati Hari Kartini, Wagos Beri Tiket Gratis untuk Anak Sekolah dan Guru yang Pakai Kebaya

Kriteria pemenang dalam lomba Seni Tradisi Pencak Macan anak-anak itu meliputi : Stamina, Kekayaan Teknik atau Kembangan, Ketangkasan/Kecepatan, Kemampuan sikap, serta yang terakhir yakni penjiwaan karakter. Empat unsur penilaian tersebut berjumlah 20 poin.

Sayangnya, tidak tampak tokoh penting pemerintah kabupaten Gresik yang cangkruk menyaksikan kegiatan pelestarian kearifan lokal tersebut. Hanya nampak Lurah baru Kelurahan Lumpur, Djumali (53) yang baru saja ditugaskan di kelurahan kampong bermata pencahari nelayan ini. (Chidir)

Editor: Zumrotus

Editor: zumrotus S

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Tabletop Game Evening Lucky Crumbling game Analog-Digital Blend in Canada
Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Berita ini 29 kali dibaca
Tag :

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB