UMKM Keluhkan Dugaan Suap Pengelola CFD Gresik

- Editorial Team

Senin, 17 November 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM mengeluhkan dugaan suap dalam pengelolaan CFD Gresik. Disparekrafbudpora selidiki laporan dan ancam beri sanksi tegas.

UMKM mengeluhkan dugaan suap dalam pengelolaan CFD Gresik. Disparekrafbudpora selidiki laporan dan ancam beri sanksi tegas.

Pengelolaan Car Free Day (CFD) Gresik di bawah Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik kembali menjadi sorotan. Sejumlah pelaku UMKM melaporkan dugaan praktik suap demi mempercepat antrian stand, meski aturan resmi sudah tertuang dalam AD/ART paguyuban.

Penggerak UMKM Gresik, M. Ismail Fahmi, menjelaskan bahwa sesuai aturan, setiap pelaku usaha diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk memperoleh nomor antrian berjualan. Namun ia menemukan adanya dugaan praktik pungutan liar oleh oknum ketua CFD.

“Ada permintaan Rp300.000 sampai Rp500.000 agar pelapak bisa langsung masuk tanpa menunggu antrian panjang,” kata Fahmi, Senin (17/11/2025).

Fahmi menyebut antrean resmi UMKM sudah berjalan sejak 2023 dan kini mencapai sekitar seratus pelaku usaha. Ia juga menemukan adanya kewajiban transfer biaya pendaftaran ke rekening pribadi oknum, bukan ke rekening resmi paguyuban.

“Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ujarnya.

Keluhan tersebut sudah ia sampaikan kepada penanggung jawab CFD dan Kepala Disparekrafbudpora Gresik. Fahmi mendesak pemerintah daerah segera menertibkan sistem pendaftaran agar tidak merugikan pelaku usaha kecil.

“Ini menyangkut UMKM. Seharusnya mereka dibina sesuai semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik. Tapi ternyata masih ada dugaan suap-menyuap,” tegasnya.

Kepala Disparekrafbudpora Gresik, Saifudin Ghozali, menyatakan pihaknya sudah meminta paguyuban CFD untuk menelusuri laporan tersebut.

Baca Juga :  6 Siswa Ini Dapat Hadiah Umroh Dari Pemda Gresik

“Prinsipnya, kita sudah meminta paguyuban menelusuri benar atau tidaknya laporan itu. Kita beri waktu dua sampai tiga hari,” kata Ghozali.

Ia menambahkan, bila terbukti ada oknum yang bermain, pihaknya siap menjatuhkan tindakan tegas.

“Kalau memang ada oknum itu benar, kita minta diberi sanksi tegas, bahkan dinonaktifkan saja,” ujarnya.

Para pelaku UMKM berharap evaluasi segera dilakukan. Bagi mereka, CFD adalah ruang penting untuk menambah pendapatan, sehingga pengelolaannya harus transparan dan adil. Hingga kini, paguyuban CFD masih melakukan verifikasi internal sambil menunggu langkah tegas dari Pemkab Gresik.

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Gresik Resmikan Landfill Mining, Olah Sampah Jadi RDF
SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock
Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah
Gressmall Ubah Atrium Jadi Arena Badminton, Dorong Gaya Hidup Aktif
Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik
Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:53 WIB

Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:22 WIB

Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:52 WIB

Gresik Resmikan Landfill Mining, Olah Sampah Jadi RDF

Senin, 23 Februari 2026 - 18:21 WIB

SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock

Senin, 23 Februari 2026 - 18:08 WIB

Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Perang Rudhal lan Perang Utang

Jumat, 6 Mar 2026 - 08:26 WIB

Muhammadiyah Gresik

Ikwam Spemdalas Berikan Santunan dan Buka Bersama Puluhan Anak Yatim

Kamis, 5 Mar 2026 - 14:24 WIB

BISNIS

Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG

Kamis, 5 Mar 2026 - 07:53 WIB