Ponpes Al Miftah Siapkan Dai Ke Pelosok Negri

- Editorial Team

Minggu, 24 September 2017 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


​Kabargresik.com – Yayasan pondok pesantren Al-Miftah yang berada di desa Mojopuro wetan, Bungah Kabupaten Gresik berkomitmen  mencetak Da’i atau pendakwah yang siap terjun ke masyarakat.

Bukan untuk berdakwah di sekitar pondok, melainkan akan dikirim ke berbagai daerah terpencil seperti Kalimantan, Papua, Sulawesi serta daerah lain yang  kekurangan tenaga pengajar bidang agama islam.

Tak hanya dikirim ke berbagai daerah terpencil, nantinya ponpes Al-Miftah juga akan mengirim santrinya ke negara-negara timur tengah. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Miftah Mojopuro wetan Bungah, KH. Zainuri menyatakan tujuan peluncuran program pencetak dai atau pendakwah merupakan inisiasinya untuk dikirim ke daerah terpencil. 

Sebab kata dia, di daerah seperti Papua, Kalimantan dan Sulawesi dan Sumatera masih butuh banyak tenaga pengajar agama islam.

“Masih banyak di daerah terpencil yang membutuhkan pendakwah. Misal di daerah pedalaman daerah transmigrasi hanya ada satu atau dua pendakwa. Tentunya hal ini sangat kurang” katanya

Baca Juga :  Lazisnu Perkuat Pelaku Budidaya Jamur Di Wotan

Untuk menjaring calon pendakwah masa depan yang berkompeten, Gus Zen Panggilan akrab KH Zainuri akan mengirim surat permohonan kepada beberapa pondok pesantren yang ada di Jawa timur untuk mendelegasikan santrinya untuk bisa belajar di ponpes Al-Miftah yang nantinya akan dikirim ke daerah terpencil. 

“Kami mengirimkan surat ke berbagai perwakilan ponpes di Jawa timur untuk mendelegasikan santrinya agar bisa belajar di ponpes Al-Miftah. Setelah setahun dua tahun digembleng dan siap mental akan dikirim ke daerah transmigasi” tambah alumnus Ponpes Lirboyo itu. 

Beberapa program inovatif yang dilakukan pihak pondok Al-Miftah antara lain Master syariah, Metode cepat membaca kitab kuning dan Bhatsul Masail. 

Tak hanya pembelajaran soal agama islam, nantinya santri Ponpes Al-Miftah akan diberikan cara berwirausaha sehingga selain berdakwah, santri juga bisa mandiri di wilayah yang menjadi tujuan dakwah. 

Baca Juga :  GeprekMu Sajian Halal Dari Aisyiyah Benjeng

Keistimewaan lain bagi santri yang akan dikirim ke daerah terpencil, lanjut Gus Zen, mereka akan diberikan pemahaman bagaimana berwirausaha dengan baik. 

Selain itu, dalam perjalanannya, santri dalam naungan pondok pesantren Al-Miftah akan diberikan fasilitas gratis selama pembelajaran berlangsung. 

“Santri di ponpes Al-Miftah tidak dipungut biaya sepeserpun. Bahkan, kami memberikan uang saku kepada santri setiap bulannya” jelas pria yang juga pengusaha travel umrah itu. 

Selain uang insentif yang diberikan pihak pondok kepada santri, model pembelajaran yang akan dilakukan akan berbeda dengan ponpes pada umumnya. 

Nantinya pembelajaran yang dilakukan adalah santai sehingga santri menjadi rileks. 

“Pesantren santai maksudnya adalah tidak monoton ngaji saja, pendidikan berbasis karakter, pesantren rileks, sehat, santai, berwirausaha juga” tukasnya. 

Selain itu, tenaga pengajar profesional juga dihadirkan oleh pihak pondok pesantren dengan mendatangkan kiai yang berkompeten sehingga santri nantinya siap terjun ke masyarakat. (Akmal/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Menulis, LDII Gresik Bekali Peserta Pelatihan Hadapi Ancaman Digital
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa
Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun
Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Berita ini 107 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bukan Sekadar Menulis, LDII Gresik Bekali Peserta Pelatihan Hadapi Ancaman Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:26 WIB

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB