Kantor Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tampil berbeda dari kantor balai desa pada umumnya.
Gedung pelayanan masyarakat itu berdiri megah dengan dominasi warna putih. Desainnya yang elegan membuat warga menyebut bangunan tersebut mirip Istana Negara.
Keberadaan kantor desa baru itu langsung menarik perhatian masyarakat. Selain tampil megah, bangunan tersebut diharapkan menjadi simbol peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan kantor desa tersebut. Ia mengaku bangga atas terwujudnya pembangunan gedung pelayanan masyarakat itu.
Fandi berharap kantor desa baru tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani kebutuhan warga.
“Semoga bermanfaat untuk masyarakat, khususnya Desa Sidoraharjo Kedamean,” kata Fandi.
Sementara itu, Kepala Desa Sidoraharjo Suwoto menjelaskan dominasi warna putih pada bangunan kantor desa bukan dipilih tanpa alasan.
“Warna putih yang mendominasi kantor ini mencerminkan kesucian, ketulusan, dan kejernihan dalam berpikir serta bertindak demi kemajuan desa,” ujarnya.
Suwoto mengungkapkan pembangunan kantor desa baru itu telah direncanakan sejak 2025. Proyek tersebut mendapat dukungan anggaran dari Pemkab Gresik sebesar Rp250 juta pada 2025.
Pemerintah desa kemudian menambah anggaran melalui Dana Desa sebesar Rp25 juta pada 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, atas dukungan yang diberikan hingga pembangunan kantor desa dapat terealisasi,” terangnya.
Menurut Suwoto, kantor desa baru itu harus menjadi ruang pelayanan yang lebih representatif bagi masyarakat.
Ia berharap gedung tersebut juga dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus ruang edukasi bagi warga.
“Semoga bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik dan memberi manfaat nyata bagi warga,” katanya.











