Penderita Diabet Resiko Lebih Besar Usai Melahirkan

- Editorial Team

Rabu, 15 Juni 2016 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

diabetes.jpgkabargresik.com  Tiga per empat yang menderita diabet selama masa kehamilan tidak melakukan pemeriksaan lagi atas penyakitnya tersebut setahun setelah melahirkan, berdasar penelitian yang baru dilakukan di Institute Kesehatan Harvard di Boston.

“Hal ini mengkhawatirkan, tapi tidak mengejutkan,” kata Dr Emma Morton pengajar di Institute Kesehatan Harvard di Boston.

Dalam banyak kasus, kehamilan dengan resiko diabet akan teratasi setelah proses kehamilan. Namun dalam kasus yang lain, ada juga wanita yang mengalami diabet type 2. Organisasi kesehatan seperti organisasi doker kandungan dan kebidanan Amerika menyarankan agar wanita yang mengalami kehamilan dengan resiko diabet melakukan pemeriksaan terhadap gula darah 6 sampai 12 minggu setelah melahirkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wanita yang memiliki riwayat kehamilan dengan resiko diabe, beresiko menderita diabet 7 kali lebih tinggi sepanjang hidupnya,”Morton – Eggleston mengatakan pada Reuter saat dihubungi melalui telephone.”Resiko akan hal tersebut terus mengalami peninģkatan dalam 10 tahun terakhir,” lanjutnya.

Penelitian yang digunakan untuk asuransi komersial mengklaim telah melakukan penelitian terhadap 440.000 wanita yang melahirkan sedikitnya sekali antara tahun 2000 sampai 2012, termasuk 32.253  wanita yang mengalami kehamilan dengan resiko diabet. Setahun setelah melahirkan, hanya 25% yang melakukan pemeriksaan terhadap gula darah mereka berdasarkan data dari asuransi.

Baca Juga :  Patut Ditiru, Cara Jamaah Masjid At Taqwa Ringankan Beban Warga Positif Covid 19

Kesadaran  untuk melakukan pemeriksaan terhadap gula darah meningkat dari 2% pada tahun 2001 menjadi 7% pada tahun 2011,

Wanita Asia lebih suka melakukan pemeriksaan gula darah daripada wanita eropa. Sebagai tambahan tes kadar gula menunjukkan 36 % wanita di negara bagian barat setelah 12 minggu melahirkan, bandingkan dengan 19% wanita di utara dan 18 % di selatan.

Wanita yang mengunjungi tempat pendidikan kesehatan, seelah melahirkan lebih suka melakukan pemwriksaan  gula darah dari pada yang lain menurut laporan perkumpulan dokter kandungan dan bidan.

Wanita yang mengalami kehamilan dengan resiko diabet dan tidak melakukan pemwriksaan mungkin akan mengalami kenaikan kadar gula dan resiko terserang diabet, kalau nantinya hamil lagi dan pada masa kehamilan itu janin yang dikandungnya beresiko terkena diabet dan mengganggu proses kehamilan.” kata Morton-Eggleston.

Baca Juga :  Sambut Hari Yatim, 400 Anak Dikhitan

Untuk melakukan pemeriksaan setelah melahirkan idealnya dalam waktu 6 sampai 12 minggu tergantung dari kebutuhan, wanita yang mengalami kehamilan dengan resiko diabet seharusnya melakukan pemeriksaan sertiap satu sampai 3 tahun sekali, seperti dikutip dari Channel NewsAsia.

“Bagi sebagian besar wanita, sebenarnya berat untuk datang melakukan pemeriksaan jika sudah punya anak. Sulit untuk secara rutin control,” Morton – Eggleston menambahkan. “Dan kamu seharusnya terus berkomunikasi dengan Dokter kandungan agar mendapat perhatian khusus akan hal itu.”lanjutnya, sehingga hal itu tidak menyulitkan dokter untuk melaksanakan tugasnya.

“Jika kamu menemukan adanya diabet atau kadar gula darah yang tidak normal lebih cepat, merupakan salah satu cara untuk menghindari terkena penyakit diabet,” dia berkata. “Mengetahui lebih dini akan hal ini sangat penting, sehingga dapat mengubah pola makan dan melakukan olahraga agar mengurangi resiko terkena penyakit diabet.” (CNA/Gunawan)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik
Ketika Desa Pranti Merombak Posyandu: Layanan Maksimal, Warga Tersenyum Lega
Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga
Freeport Dukung Baksos KWG Gresik di HPN 2026, Perkuat Sinergi Media dan Industri
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri
Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:57 WIB

JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:58 WIB

Ketika Desa Pranti Merombak Posyandu: Layanan Maksimal, Warga Tersenyum Lega

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:47 WIB

Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga

Senin, 27 April 2026 - 23:48 WIB

Freeport Dukung Baksos KWG Gresik di HPN 2026, Perkuat Sinergi Media dan Industri

Senin, 16 Maret 2026 - 00:54 WIB

3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Classmeeting II Smamio: Tiga Hari Penuh Kebersamaan, Tawa, dan Eksplor Talenta

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:03 WIB

Muhammadiyah Gresik

Serunya Game di Tengah Padatnya Agenda Perkemahan SD Almadany

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:02 WIB

Muhammadiyah Gresik

45 Siswa SD Muhammadiyah 1 Menganti Wisuda Tahfidz Juz 30

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:00 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spem Eight Gresik Kirim Siswa Terbaik ke Seleksi OSN 2026

Jumat, 12 Jun 2026 - 19:00 WIB

Muhammadiyah Gresik

Pelepasan Siswa SD Almadany Gresik Berlangsung Haru

Jumat, 12 Jun 2026 - 09:59 WIB