Lulusan Australi Kembangkan Padi Cianjur Di Setrohadi

- Editorial Team

Senin, 29 Agustus 2016 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

padi.jpegkabargresik.com – Direktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT. Tiga Sejahtera Bersama, Iwan Koerniawan satu setengah tahun terakhir ini bereksperimen mengembangkan padi jenis pandan wangi di area sekitar SPBE miliknya yang terletak di Desa Setrohadi, Duduk Sampeyan, Gresik. 

Pria lulusan Swinburne University Melbourne, Australia, Jurusan Computing and Physics itu termotivasi untuk mengembangkan jenis padi yang umumnya ditanam di daerah Jawa Barat, khususnya Cianjur tersebut karena jenis padi pandan wangi memiliki beberapa kelebihan dibanding jenis padi lainnya.

“Pertama bulir berasnya bulat dan panjang, lalu baunya harum khas wangi pandan. Kemudian warna berasnya putih dan tidak kusam. Dan yang paling istimewa dari jenis beras ini adalah pulen dan gurih.” Ucap pria kelahiran Pare, Kediri ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain memang pulen dan gurih, aroma pandannya membuat beras pandan wangi menjadi jenis beras terbaik.” Tambahnya.

Baca Juga :  Mendag: Kenaikan Harga Bahan Pokok tak Bisa Dihindari

Sejauh ini eksperimen yang dilakukan oleh Iwan bersama petani di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik, sudah mulai menampakkan hasil. Banyak petani di Desa Setrohadi ini yang beralih menanam padi dari jenis ciherang menjadi jenis pandan wangi.

Misal dalam panen bulan Agustus ini, ada petani yang bisa memanen 7 ton padi pandan wangi untuk setiap hektarnya. Akan tetapi semua itu masih membutuhkan proses untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Salah satu kendala yang saat ini timbul adalah pertumbuhan batang padi pandan wangi cukup tinggi. Sehingga ketika saat hujan yang disertai angin datang maka padi-padi tersebut menjadi mudah roboh.

Permasalahan inilah yang hingga kini masih terus diteliti oleh Iwan agar nantinya bisa ditemukan solusi yang tepat. Saat ini dengan dibantu oleh Hanny Bimantara, rekan kerjanya yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), Iwan terus mengevaluasi dan mencari solusi agar tanaman padi pandan wangi yang ditanam dapat menghasilkan hasil produksi yang optimum, dengan target minimal 8 ton per hektar.

Baca Juga :  Pelayanan Pesona Di Melirang Sejatinya Peken

“Saya optimistis pasti ada solusinya. Saya akan menerapkan pola tani kembali ke basic, dengan mengaplikasikkan pupuk tunggal, yaitu pupuk urea, phospate, dan KCL sesuai dengan anjuran yang ada di buku-buku panduan pertanian. Dan ini akan coba saya terapkan pada musim tanam berikutnya,” jelas Iwan.

Iwan berharap eksperimen yang dilakukannya ini bisa berhasil. Sebab jika berhasil maka petani bisa lebih diuntungkan karena harga beras pandan wangi dipasaran umumnya lebih mahal dibanding jenis beras lainnya.

“Saya fokus mengembangkan di Desa Setrohadi dulu. Nantinya jika berhasil saya berharap bisa menjadi inspirasi bagi para petani di desa-desa sekitarnya. Semoga eksperimen saya ini nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat Setrohadi pada khususnya dan masyarakat Gresik pada umumnya,” harap Iwan. (Efendi/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Iklan, Bukan Produk: Ini Faktor Utama yang Bikin Orang Mau Beli
Bungah Industrial Park Dukung Penuh HPN 2026 KWG Gresik, Perkuat Sinergi Industri dan Pers
Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi
Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja
Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?
Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 08:20 WIB

Bukan Iklan, Bukan Produk: Ini Faktor Utama yang Bikin Orang Mau Beli

Selasa, 28 April 2026 - 14:38 WIB

Bungah Industrial Park Dukung Penuh HPN 2026 KWG Gresik, Perkuat Sinergi Industri dan Pers

Minggu, 19 April 2026 - 08:16 WIB

Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 08:13 WIB

PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Selat Hormuz lan Sepedha Motor Listrik

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:03 WIB